<< May 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Jul 20, 2006
Diet Yin-Yang Sehatkan Pencernaan

Diet Yin-Yang Sehatkan Pencernaan

 

Tropologi adalah nama asli dari food combining. Katanya sih untuk menyehatkan pencernaan. Meski banyak yang tidak setuju, tak ada salahnya sekadar tahu pninsip pola makan yang dikembangkan atas dasar filosof yin dan yang dari Cina ini.

Seiring dengan semakin banyaknya makanan yang mengandung protein tinggi, masyarakat menjadi merasa perlu menghitung kadar kandungan pada makanannya sendiri. Namun, perhitungan mereka tidak selalu tepat.

Mendapatkan takaran yang tepat merupakan sesuatu yang penting. Sebab, pola makan yang tidak benar sering kali menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas (kelebihan berat badan) dan gangguan pencernaan.

Persoalan lain dalam bersantap adalah kita mengasup terlalu banyak jenis makanan dalam waktu yang terlalu singkat. Padahal, apa yang harus kita perhatikan dalam perkara makan tidaklah sekadar apa yang kita makan, tetapi juga apa, dengan apa, dan kapan.

Teori Keragaman

Pola makan food combining yang asli dikenal dengan nama tropologi. Sesuai sejarahnya yang panjang di Cina, ini lebih dari sekadar pola makan agar cepat langsing. Kepercayaan dasar yang terkandung pada tropologi adalah, makanan yang berbeda akan mengalami proses pencernaan yang berbeda pula.

Dengan pola kombinasi makanan yang tepat, tubuh akan dapat berfungsi sepenuh potensi yang dimiliki serta menghasilkan metabolisme tubuh yang bekerja sempurna dengan memanfaatkan nutrisi dan membuang kotoran dalam tubuh secara efisien.

Menurut Rick Donald, penulis buku Feast and Famine - Natural and Sustainable Weight Control, "Ada pepatah dalam dunia medis Cina yang mengatakan, jika aliran dalam tubuh kita lancar, tubuh tidak akan terkena penyakit."

"Jadi, jika kita mencapai keseimbangan, kita sepenuhnya akan harmonis. Sebaliknya, jika kita tidak dapat mencapai keseimbangan, kita akan mendapatkan masalah," tambah dokter pengobatan Cina di Melbourne, Australia, yang pernah bekerja dalam tim Olimpiade China ini, sebagaimana dikutip Good Medicine.

Panas dan Dingin

Dalam praktiknya, tropologi dibagi menjadi empat energi, yakni panas, hangat, sejuk, dan dingin. Semua terkait dengan energi yang diserap oleh makanan.

Panas dan hangat mewakili makanan bersifat yang, makanan ini memiliki efek menstimulasi atau merangsang semangat pada tubuh. Ada pun sejuk dan dingin dikenal juga sebagai makanan bersifat yin, makanan ini memiliki sifat menenangkan organ tubuh.

"Semua dalam hidup ini merupakan yin atau yang," ungkap Donald. "Yin adalah sisi feminim, yang merupakan sisi maskulin. Yin adalah sisi gelap dari sebuah gunung, yang adalah sisi gunung yang terang benderang; yin berada di bawah permukaan tanah, yang berada di atas permukaan tanah."

Umumnya orang di Barat menyamakan makanan yin dan yang sebagai zat asam atau senyawa kimia. Makanan yang mengandung zat tepung atau karbohidrat, seperti beras dan padi-padian, membutuhkan bantuan zat alkali untuk dapat dicerna. Makanan yang mengandung protein, seperti daging dan telur, membutuhkan bantuan asam.

Kita membutuhkan keduanya untuk mendapatkan keseimbangan harmonis di dalam tubuh. Namun, Roswitha Rodighiero, pakar nutrisi dan ahli diet dari Queensland, mengingatkan bahwa jika makanan yang mengandung zat tepung dan protein - dikonsumsi bersamaan, akan menimbulkan masalah. "Mengonsumsi protein dan karbohidrat secara bersamaan, itu merupakan kombinasi yang sangat buruk Saya selalu menekankan pada pasien saya akan hal itu. Daging dan kentang tumbuk atau daging dan roti adalah kombinasi yang buruk yang tidak akan bekerja di dalam tubuh," kata Rodighiero.

Dikatakan, ketika protein dan karbohidrat dikonsumsi bersamaan, tubuh akan mengeluarkan cairan asam (asam hidroklorik dan pepsin) dan cairan alkali (ptialin dan cairan empedu). Ini dinilai bersifat saling menolak menimbulkan substansi encer yang tidak bisa mencerna kedua makanan tersebut sehingga membuat karbohidrat menjadi terfermentasi dan protein membusuk.

Karena ketidakefisienan metabolisme tubuh ini sebagian besar nutirisi yang terkandung di dalam makanan tidak terserap sempurna oleh tubuh. Sebaliknya, malah memberi makan bagi bakteri-bakteri yang sedang berkembang di daerah usus dan lambung, lalu menyebarkan racun ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

"Kita bisa sakit perut atau mengalami gangguan isi perut atau gangguan pencernaan, menjadi mudah alergi, hati kelebihan beban. Kita jadi rentan terkena gangguan lain karena tubuh tidak bisa membersihkan kotorannya sendiri, dan ini terus bertamah parah seiring dengan penuaan yang terjadi," papar Rodighiero.

Tak Setuju

Tentu tidak semua orang setuju dengan cara pembagian diet secara ketat. "Menurut saya pribadi, hal itu bukanlah konsep yang benar benar tepat," komentar Kerryn Foxley Conolly, ahli diet dan konsultan nutrisi dari Melbourne.

"Saya melihat bahwa sangat bermanfaat mengonsumsi kombinasi nutrisi yang berbeda dalam satu porsi makanan. Tubuh kita dirancang untuk mencerna apa pun yang kita makan, dan beberapa jenis nutrisi seperti vitamin C dan zat besi saling menunjang untuk dicerna," tambahnya.

Sebaliknya Rodighiero berpendapat, dengan mengikuti aturan tropologi metabolisme dan pengeluaran kotoran tubuh Anda akan terjamin stabil dan efisien. Cara ini juga akan membantu tubuh mengurangi berat badan dengan pembersihan perut dan seluruh jalinan usus.

Anda akan mendapati berat kembali normal, keseimbangan zat asam/zat alkali kembali normal, pergerakan isi perut lebih sehat dan banyak hal buruk lain yang tak terpikirkan orang bahwa itu disebabkan oleh pola makan yang jelek. Seperti halnya alergi, misalnya, juga akan ikut membaik," sebut Rodighiero.

Contoh-contoh Anjuran

Tentu saja, tak gampang mengikuti diet tropologi atau food combining. Selain disiplin ketat, diperlukan pengetahuan yang memadai terhadap kandungan berbagai jenis makanan untuk melakoninya.

Sebagai wawasan, berikut ini sejumlah anjuran dalam diet tropologi:

- JANGAN mencampur yang selama ini sudah telanjur digemari, semisal telur dan roti, burger dan keripik, atau burger dan kentang. Ini dapat menetralisasi sekresi asam dan alkali. Pisahkan protein dan zat gula. Protein memperlambat pencernaan gula padahal seharusnya gula beredar ke seluruh tubuh tanpa hambatan.

- JANGAN mencampur asam dan protein dalam makanan yang sama. Makanan yang mengandung asam, seperti jenis citrus (jeruk, lemon), membatasi pengeluaran asam hidroklorik dan pepsin yang diperlukan untuk mencerna protein. Hindari minum jus dan konsumsi telur saat sarapan. Konsumsilah protein dan lemak secara terpisah karena lemak menyebabkan pencernaan protein melambat. Daging dengan keju, tentu saja sangat tidak dianjurkan.

- JANGAN mengombinasikan zat tepung/karbohidrat dengan asam. Jika kita mengonsumsi satu sendok cuka, itu sudah cukup untuk menghentikan mulut untuk mengeluarkan enzim ptialin. Konsumsi zat tepung dan zat gula secara terpisah. Zat gula mencegah produksi enzim ptyalin, yang diperlukan untuk pencernaan zat tepung secara sehat. Zat gula tidak dapat diproses sampai zat tepung selesai dicerna. Hindari mengonsumsi roti dengan selai atau madu dan cereal memakai gula.

- JANGAN mengonsumsi makanan penutup atau bahkan buah setelah makan. Bukan hanya lemak dan gula saja yang butuh dan sedang menunggu untuk dicerna. Hindari minum susu dengan makanan lain karena hanya akan membeku di perut bersama hasil proses pembusukan lainnya. Jika susu merupakan bagian dari diet, minumlah secara tersendiri.

- JANGAN mencampur protein yang berbeda seperti halnya daging dan produk olahannya, susu, karena waktu yang diperlukan untuk mencerna masing masing berbeda. Kombinasi daging sapi dengan domba atau ikan salmon dengan udang masih bisa diterima. *** mic


Posted at 11:54 pm by wahyuhandoko
Make a comment  

Jul 12, 2006
Memanfaatkan, Bukan Memaafkan

Memanfaatkan, Bukan Memaafkan


Oleh: Samuel Mulia Penulis Mode dan Gaya Hidup

Setelah minggu lalu saya bersyukur karena ada kata terserah, minggu ini saya bersyukur lagi karena ada kata manfaat.

Saya yang sering memanfaatkan orang, lebih cenderung menggantikannya dengan ucapan yang lebih apik, santun, dan bahkan mungkin berkesan rendah hati, yaitu tolong-menolong -- meski saya lebih senang ditolong daripada menolong.

Beberapa waktu lalu, saya menerima kiriman surat elektronik yang saya pikir banyak orang juga menerimanya. Surat itu berisi sebuah pengalaman seorang wanita -- bukan di negeri ini -- yang singkat ceritanya mengusulkan dirinya sendiri yang gemuk untuk dijadikan kelinci percobaan di sebuah pusat pelangsingan tubuh.

Awalnya, surat itu bernada protes karena ia merasa artis kondang yang digunakan sebagai model iklan perusahaan pelangsing raga itu adalah sebuah penipuan. Alasannya, artis yang dipakai sebenarnya sudah cantik dan sudah langsing sejak dahulu dan itu bukan gara-gara kehebatan metode pelangsingan seperti yang ditawarkan. Ia mengatakan perusahaan itu hanya memanfaatkan kondisi si artis.

Nah... ia kemudian mengusulkan kepada perusahaan itu untuk menggunakan tubuhnya yang aduh…ai itu untuk dijadikan selangsing si artis. Alasan dia, hanya untuk membuktikan apakah promosi perusahaan itu memang benar dan memberi hasil superkinclong. Di dalam e-mail itu, ia mengatakan surat protes sekaligus proposalnya, belum mendapat respons.

"Day dreaming"

Punya banyak teman dan koneksi memang membuat hidup jadi lebih hidup. Saya pernah mengalami waktu bisa menjadi tamu di sebuah private party yang katanya hanya ditujukan untuk kalangan terbatas. Ya seperti les privat, misalnya. Itu artinya les khusus untuk kalangan terbatas—terbatas IQ-nya seperti saya ini.

Salah seorang teman yang diundang ke pesta terbatas itu menanyakan apakah saya akan datang ke pesta yang sudah menjadi the talk of the town itu. Saya hanya menggelengkan kepala. Maka ia mengatakan demikian, "Tenang aja, lo ikut gue. Enggak bakal diusir."

Saya memang benar tidak diusir, melenggang masuk dengan rasa senang karena menjadi satu dengan mereka yang termasuk dalam kelompok khusus ini. Namun, beberapa saat kemudian, saya "terusir" juga lewat suasana yang sama sekali bukan suasana yang saya kenal, yang bukan saya.

Memanfaatkan orang buat saya sudah biasa, termasuk juga memanfaatkan keadaan. Saya bermimpi, kalau saya koaya roaya, punya perusahaan raksasa—maksud saya, Rahwana bukan salah satu pemegang sahamnya—maka pada waktu Yogyakarta diguncang gempa, saya ingin langsung turun ikut dalam kegiatan menyumbang seperti manusia lainnya.

Bahkan kalau bisa saya mau menyerahkan sumbangan perusahaan saya yang koaya roaya itu langsung ke tangan Pimpinan Tertinggi. Bukan karena takut sumbangannya buntu di tengah jalan, tetapi lebih pada tujuan saya untuk mengabadikan momen itu sebagai alat mem-public-relations-kan perusahaan dan saya pribadi. Malah, kalau bisa, dengan foto-foto dan kalau bisa disiarkan di salah satu stasiun televisi.

Kemudian, foto-foto itu saya muat dalam Seremonia di Kompas dan mengeluarkan dana untuk memblokir waktu setengah jam di salah satu stasiun televisi. Jadi, perusahaan saya bisa kelihatan mulia, giving a helping hand to the unfortunates, meski ketika semua itu disiarkan atau difoto, logo perusahaan harus sebesar-besarnya ada di belakang saya.

Atau menutup siaran itu dengan bumper out yang berbunyi: Acara ini dapat terlaksana karena dukungan PT Gagah Perkasa Bener. Jadi, saya tak merasa rugi sudah menyumbang karena sekaligus bisa top juga sebab sekarang saya melihat memberi sumbangan harus juga dipublikasikan. Tampaknya rendah hati sudah nyaris hilang dari peredaran. Saya sampai perlu memublikasikan kepada semua orang bahwa saya ini baik.

Masih "day dreaming"

Kemudian saya berkhayal lagi. Khayalan saya kali ini jadi pengusaha bahan bangunan. Wah, kejadian gempa dan banjir belakangan ini yang menyengsarakan rakyat merupakan kesempatan saya untuk memanfaatkan keadaan. Naikkan harga bahan bangunan mumpung lagi diperlukan. Kata buku pemasaran yang pernah saya baca, harus jeli melihat peluang. Karena waktu membaca buku, tak pernah ada bab yang mengajarkan asas kemuliaan, tolong-menolong, rugi sedikit tak apa-apa. Malah yang ada, mengajarkan bagaimana memanfaatkan peluang tadi.

Saya masih berkhayal punya perusahaan satu lagi yang juga geode banget dan ketika seorang teman saya sedang berdukacita, sebagai "teman" saya harus menunjukkan saya turut dalam dukacitanya. Mau pura-pura atau sungguh berdukacita, toh hanya saya yang tahu dan Sang Khalik. Itu untungnya kalau yang tahu hanya saya dan Sang Khalik. Coba orang lain, saya bisa digosipkan.

Saya akan memesan iklan seperempat halaman di koran ini guna memasang sebuah ungkapan turut berdukacita yang "mendalam" dengan logo perusahaan saya yang lebih besar dari perasaan dukacitanya. Saya akan menuliskan dengan kalimat berbunyi: Segenap jajaran Direksi dan Seluruh Karyawan PT Sukses Makmur Jaya Sentosa Abadi Selalu Ogah Rugi mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak titik titik titik. Padahal segenap direksi dan seluruh karyawan tak pernah mengenal almarhum. Lha wong orang yang meninggal cuma saya yang kenal.

Kalau Bisa Memanfaatkan, Mengapa Tidak?

1. Suatu hari saya naik taksi. Sopir taksinya bawel. Setelah memberi petunjuk tujuan, saya masih mempunyai energi untuk melayani. Untuk mencegah ia "berkicau" lagi, saya membuka laptop dan mulai mengetik. Obrolan yang tadinya gencar, sekarang tak ada lagi. Tanpa saya sadar, ia kebablasan dan untuk mencapai tujuan yang saya kehendaki, ia harus memutar di Jembatan Semanggi yang kala itu macetnya ruar biasa. Saya tegur langsung bahwa ia kebablasan. Dia menjawab, "Abis, sana diam sih, jadi saya kelupaan. Maaf ya, Dik." Padahal saya bukan adiknya.

2. Ini kejadian di dalam taksi lagi. Tujuannya ke kantor saya di bilangan Jakarta Selatan. Tak jauh dari kawasan Blok M taksi kami diberhentikan polisi. Katanya ada pemeriksaan. Maka, SIM dan STNK pun terpaksa harus diserahkan. Si sopir tetap di dalam taksi dan menanyakan ada gerangan apa pagi-pagi sudah ada pemeriksaan. Polisi menjawab, "Kami sedang melakukan pemeriksaan rutin." Padahal setiap pagi saya lewat di lokasi ini yang rutin hanya Kopaja yang kalau berhenti sak enak udelnya sendiri. Maka si sopir menjawab, "Bisa cepat enggak Pak, tamunya buru-buru." Padahal saya buru-buru saja tidak. Meski dia mencoba memanfaatkan saya, sayang seribu sayang, ia harus keluar dan bercakap-cakap dengan sang polisi.

3. Salah satu teman yang juga setia pembaca kolom ini mengirimkan surat-e kepada saya. Sejak ia membaca dengan rajin setiap hari Minggu, protes dan masukan ide-idenya beberapa kali saya terima sampai-sampai saya mengucapkan terima kasih sebab ia begitu rajin memberi masukan.

Pada suatu hari setelah kejadian beberapa kali itu, saya menerima surat-e-nya lagi. Kalimat pembukanya adalah permohonan maaf sebesar-besarnya dia sudah mengganggu saya dengan masukan dan protesnya itu. Itu kalimat pembukanya. Kalimat utamanya berbunyi begini, "Lo tu kenapa sih kalau nulis enggak buat ini, atau buat itu. Kan bisa begini, bisa begitu. Oh… ya, lo tu kenapa sih kok kelihatannya sewot banget dengan tulisan lo akhir-akhir ini? Biasa aja napa?" Saya sampai bingung untuk apa gunanya teman saya itu minta maaf? Kata adik saya, "Ya… supaya bisa buat protes lo lagi."  ***


Posted at 09:48 am by wahyuhandoko
Make a comment  

Psikologi Uang dan Aset

Psikologi Uang dan Aset


Oleh: Elvyn G. Masassya, Praktisi Keuangan

Bila ada orang iseng bertanya kepada Anda, apakah Anda merasa nyaman dengan kondisi keuangan Anda, atau lebih jauh lagi jika pertanyaannya, apakah Anda merasa kaya, bagaimana jawaban Anda?

Sebagian besar dari Anda boleh jadi akan menjawab tidak. Apakah itu karena adat ketimuran sehingga takut dianggap sombong atau memang kenyataannya aset Anda tidak terlalu banyak, sangat jarang di antara kita berani mengatakan kita adalah orang kaya.

Sebenarnya, apakah seseorang merasa kaya atau tidak bukan diukur dari seberapa besar aset yang dimiliki, tetapi lebih bergantung pada apakah aset itu memberi manfaat atau tidak.

Jadi, sepanjang aset Anda memberi manfaat kendati nilainya tidak terlalu besar, Anda tergolong kalangan kaya atau memiliki kondisi keuangan yang sehat. Sebaliknya, meskipun Anda memiliki aset sangat besar, bila aset itu tidak memberi manfaat keuangan, maka Anda sebenarnya bukan golongan kaya. Alasannya, sekali lagi, kaya dalam terminologi psikologi keuangan bukan dilihat dari jumlah aset, melainkan dari manfaat aset itu. Jika Anda sepakat dengan paradigma ini, mari kita lihat apakah Anda tergolong kaya atau tidak. Bila ternyata belum kaya, apa langkah yang mesti dilakukan.

Untuk menganalisis hal tersebut, kita mulai dengan beberapa pertanyaan sederhana. Misalnya, apakah selama ini Anda merasa pusing dengan tagihan Anda, baik itu tagihan telepon, listrik, kartu kredit, dan sebagainya? Atau Anda tidak memiliki masalah sama sekali?

Jika jawaban Anda adalah ya, maka Anda bermasalah dengan keuangan Anda. Bermasalah di sini bisa karena memang keuangan Anda tidak baik, bisa juga karena pengelolaan keuangan Anda yang tidak baik. Dengan kata lain, jika terhadap hal sederhana seperti di atas saja Anda sudah sulit mengelola, pasti dalam konteks lebih besar lagi Anda lebih pusing lagi.

Pertanyaan lain yang juga sederhana adalah apakah pasangan Anda selalu merasa ada masalah dengan kondisi keuangan setiap bulan?

Untuk belanja sehari-hari, biaya anak sekolah, biaya ke dokter, dan sebagainya? Apakah Anda merasa takut kehilangan pekerjaan atau khawatir menghadapi masa pensiun Anda karena merasa simpanan Anda tidak cukup? Jika terhadap pertanyaan di atas jawabannya juga adalah ya, maka benar Anda memang tidak kaya dalam arti ada persoalan dalam pengelolaan keuangan Anda.

Konkretnya, Anda tidak atau belum mendapat manfaat dari aset ataupun penghasilan yang Anda miliki. Nah, bagaimana memperbaikinya? Bagaimana agar penghasilan dan aset itu membuat Anda merasa kaya dan tidak lagi memiliki masalah dengan hal sederhana di atas?

Ubah paradigma

Langkah pertama adalah ubah paradigma Anda tentang aset. Aset bukan tujuan. Anda hidup bukan untuk tergantung pada aset. Aset hanyalah alat bantu untuk membuat hidup lebih nyaman. Oleh karena itu, Anda mesti mengontrol aset. Anda mesti mengelola penghasilan dan mengontrol pengeluaran. Sederhananya, jangan sampai tagihan mengontrol hidup Anda dan membuat Anda pusing, melainkan Anda yang mesti mengontrol tagihan tersebut. Paradigma seperti itu yang mesti Anda tanamkan di benak Anda.

Kedua, untuk bisa mengimplementasikan paradigma di atas, Anda mesti memahami aturan mendasar dalam pengelolaan keuangan, yakni penghasilan harus lebih besar ketimbang pengeluaran.

Betapapun kecil penghasilan Anda, formula tersebut tidak bisa diganggu gugat. Yang bisa Anda lakukan adalah berupaya mengurangi pengeluaran dan atau meningkatkan penghasilan. Caranya bagaimana?

Sudah sering diulas di rubrik ini. Intinya, kemauan dan disiplin. Anda harus mampu "berkelahi" dengan diri sendiri. Menempatkan logika di atas perasaan, termasuk gengsi, malu, dan sebagainya. Jika Anda mampu melakukan itu semua, besar kemungkinan Anda akan mampu mencapai tujuan keuangan Anda. Apakah itu menaikkan penghasilan ataupun mengurangi pengeluaran.

Ketiga, Anda mau memilih "bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian" atau "bersenang-senang saat ini, tidak pasti kemudian". Pilihan yang pertama, jelas kita semua tahu. Artinya, bila kondisi keuangan Anda saat ini memang belum cukup baik, maka Anda harus berkorban tidak berkonsumsi berlebih. Sebagian uang Anda mesti ditabung dan atau diinvestasikan sehingga kemudian hari aset Anda akan lebih besar dan pada saat itulah Anda menikmatinya.

Pilihan yang kedua sebenarnya juga sederhana, tetapi Anda memiliki risiko di kemudian hari. Contohnya sederhana, untuk memenuhi keinginan, Anda bisa menggunakan dana utang, apakah itu melalui kartu kredit, kredit kendaraan, kredit rumah, dan sebagainya. Tetapi, jika Anda tidak disiplin dan tidak merencanakan dengan baik langkah Anda dalam mengelola keuangan Anda, maka di kemudian hari aset tersebut bisa hilang lagi. Terserah yang mana yang Anda pilih, tentu mesti disesuaikan dengan karakteristik personal Anda.

Bersikap obyektif

Keempat, mau menyadari bahwa sepintar-pintarnya kita mengelola uang, sebenarnya masih ada yang lebih pintar dari kita. Itu satu hal. Hal lainnya, manusia cenderung tidak bisa bersikap obyektif terhadap dirinya sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan pihak lain untuk menilai secara lebih adil.

Artinya, agar pengelolaan keuangan Anda bisa lebih terukur, tidak ada salahnya meminta pihak lain yang lebih independen dan tidak memiliki perikatan perasaan dengan Anda untuk membantu. Contohnya, jika Anda sakit, toh Anda pergi ke dokter dan meminum obat yang disarankan. Begitu juga dengan pengelolaan keuangan.

Jika Anda mau "sembuh" dan memiliki kondisi keuangan yang sehat, bisa saja Anda minta bantuan konsultan keuangan, dengan catatan Anda mesti mau mengikuti nasihatnya sepanjang penasihat keuangan itu memang telah teruji kredibilitas dan kompetensinya. Selamat mencoba. ***


Posted at 09:39 am by wahyuhandoko
Make a comment  

Meraba "Integritas", Bisakah?

Meraba "Integritas", Bisakah?


Oleh: Eileen Rachman, EXPERD

Ketika Experd dihubungi oleh lembaga keuangan tertinggi Indonesia untuk menawarkan pelatihan “integrity checking interview”, saya sedang ngobrol dengan seorang teman, pejabat bank komersial. Ia langsung berkomentar, “Cek saja kehidupan berkeluarganya. Kalau seseorang tidak bisa me-manage keluarganya, akan sulit baginya untuk dapat me-manage bank-nya. Andai bercerai pun, bisa dilihat bagaimana ia menangani dan bertanggung jawab terhadap proses dan output perceraian tersebut.”

Ungkapan ini membuat saya “surprise”, karena praktik yang umum dikaitkan dengan integritas pejabat saat ini adalah masih sebatas pengecekan rekening pejabat saja. Sementara, “kebersihan” kehidupan keluarga pejabat atau eksekutif dianggap tidak ada korelasinya dengan integritas, oleh karenanya ‘tabu’, dan jarang disentuh publikasi.

Integritas kini seolah benda langka. Sering disebut, namun sulit diraba. Saat sekarang, di mana “corporate governance” menjadi kriteria utama dalam menentukan kesehatan manajemen perusahaan, dan pembobolan bank tidak lagi hanya melibatkan pihak luar, tetapi juga ‘permainan internal’, peramalan mengenai integritas dalam diri seorang pengambil keputusan menjadi mutlak diperlukan.

Bagaimana kemudian kita dapat meraba posisi integritas seseorang dalam pekerjaan seseorang? Faktor di bawáh ini adalah indikatornya:

Kode etik profesional: setinggi apa dijunjung?

Setiap profesi, mempunyai kode etik profesional yang harus dipatuhi. Etika ini perlu terinternalisasi dan harus dapat diobservasi dalam perilaku. Seseorang bisa saja sekedar “lip service”, namun, kita bisa menguji, aspek apa yang paling dijunjung tinggi dalam kode etiknya. Tanyakan, “Apakah pernah mengalami kasus seputar aspek etika? Seberapa jauh keterlibatannya dalam kasus tersebut? Bagaimana caranya menyelesaikan?” Dari sini, kita mulai bisa meraba proporsi kebenaran penghayatan individu tersebut.

Mengatasi conflict of interest sejauh apa ketentuan dipegang teguh?

Seseorang perlu menyesuaikan praktek di lapangan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Pada situasi ini individu akan berhadapan dengan "conflict of interest” - situasi yang berkonflik. Ujilah, apakah dalam pemecahan masalah dan pengambil keputusan terkandung “smartness" dan kadar integritas yang berkualitas.

Wewenang: sebaik apa dimanfaatkan?

Saya teringat kata-kata seorang mantan CEO BUMN terkenal. Enak sekali jadi Presdir. Saya bisa melakukan apa saja, membuat pembaruan di mana-mana. Kalau tidak setuju dengan saya, mari kita diskusi. Kalau saya tidak senang, tinggal copot saja.” Mengecek integritas juga meliputi pengukuran apakah seorang pimpinan bisa memanfaatkan wewenangnya, dan mengambil risiko untuk membuat tindakan perbaikan dan yang populer sampai yang tidak populer sekali pun.

Akuntabilitas dan tanggung jawab: "lari" atau ‘pasang badan’?

Berapa banyak kita dengar atasan “cuci tangan” dalam berbagai kasus kecurangan? Di lain pihak, kita juga melihat kasus di mana atasan muncul di pengadilan, untuk mempertanggungjawabkan tindakan anak buahnya yang melakukan kesalahan. Berkonsentrasilah, pada kasus kasus nyata yang dialami orang yang sedang kita nilal integritas-nya dan sejauh mana orang tersebut "pasang badan” dalam menghadapi pertanggungjawaban yang sulit.

Pelayanan masyarakat: sejauh apa kesadaran memperjuangkan masa depan yang lebih baik?

Pelayanan masyarakat bukan berarti sekadar membantu fakir miskin atas nama individu dan dari uang pribadi. Seorang pemimpin perlu membawa lembaganya untuk bersama memikirkan pertumbuhan, pengembangan, dan pelestarian bangsà. Teropong, seberapa jauh pemikiran pada pelayanan masyarakat diterjemahkan dalam tindakan, dirumuskan dalam peraturan, dan mewarnai pengambilan keputusan seorang pemimpin. Bila seseorang tidak menyadari hal ini, mungkin kita bisa mempertanyakan kadar integritasnya.

Pendekatan manusia ke manusia

Melalui tatap muka yang sistematik dan mendalam, dilengkapi dengan metode pengecekan referensi dan penelusuran fakta yang berbasis data atau surat, maka kita bisa mendapatkan gambaran yang utuh mengenai integritas dan kedalamannya. Pendekatan dari manusia ke manusia-lah yang diperlukan untuk dapat menguak aspek yang sudah pasti terselubung ini. Pengecek integritas, alias pewawancara, perlu mengasah “indera keenam"-nya, untuk melihat konteks dan “framework” seputar fakta yang dibicarakan dalam tanya jawab yang intensif. Dalam hal ini yang juga sangat hakiki adalah kekuatan si pewawancara, baik dalam soal wawasan, kepekaan dan sikap “nothing to loose” nya sendiri.

Akan lebih mudah kalau kita selalu ingat bahwa yang perlu dicek sebenarnya bukan integritas, tetapi “integrity in action". ***


Posted at 09:31 am by wahyuhandoko
Make a comment  

Jun 28, 2006
"Being Recognized": Tidak Cukup Hanya Kerja Baik

"Being Recognized": Tidak Cukup Hanya Kerja Baik


Oleh: Eileen Rahman & Ninik Wulandari, EXPERD

Tidak sedikit saya bertemu karyawan yang curhat mengatakan bahwa tidak ada bedanya jadi pekerja ‘biasa-biasa’ saja dengan pekerja yang banting tulang dan ‘luar biasa’.

“Tetap saja saya harus melalui jalur standar. Menunggu kenaikan pangkat dan gaji massal. Lama kelamaan saya berkesimpulan orang yang menonjol atau tidak, tidak terlihat di perusahaan”

Barangkali ini seperti cerita klise. Anda sudah melakukan outstanding job, namun tetap tidak ada yang peduli? Jangankan mendapat reward, justru orang lain yang diprornosikan. Jengkel tentu saja. Mau protes? Nanti dulu. Coba pikir lagi, kapan Anda pernah berupaya secara khusus agar atasan melirik prestasi Anda? Sudahkah Anda ‘menjual’ diri agar orang tahu kemampuan Anda? Jangan-jangan selama ini hanya duduk manis di balik meja, merespons semua instruksi, bekerja cepat, atau menyelesaikan setiap masalah dan keluhan. Anda tidak pernah tahu kapan orang-orang menyadari kesuksesan Anda selama ini.

Sadari beberapa poin krusial ini, jika Anda benar-benar ingin ‘dilirik’ dan diakui keberadaan dan kontribusinya dalam organisasi.

1. Ingat: Kerja Keras Itu “Biasa”

Sudah sewajarnya seorang profesional yang bekerja di sebuah organisasi bekerja keras. Rekan-rekan sejawat Anda juga dituntut untuk menampilkan semangat yang sama. Jangan pernah bandingkan diri kita dengan orang yang tidak bekerja keras. Masalahnya sekarang adalah selain bekerja keras, kita perlu dikenal dan terlihat “kinclong".

Ketidaksadaran individu untuk menjual hasil karyanya inilah yang sering membuatnya tenggelam. Kerap kita mendengar ungkapan, "Saya hanya seorang administrator. Apakah seorang administrator tidak bisa menonjol dan meraih puncak karier
daiam organisasi?

2. Ciptakan Nilai Tambah

Keahlian tidak bersifat instan dan tidak terikat gelar pendidikan. Keahlian justru dimatangkan oleh pengalaman di lapangan, dan proyek yang ditangani, dan persoalan yang muncul, atau dan kesalahan yang dibuat. Anda perlu membungkusnya agar keahlian ini bisa mengendap, muncul, dan membawa perubahan dan gaya dalam pemecahan masalah khas Anda. Prinsipnya, jangan hanya bisa mengerjakan sesuatu, tetapi jadilah ahli solusi yang memiliki gaya khas! Hanya dengan niiai tambah yang signifikan, profesionalitas Anda menjadi "luar biasa".

3. Bersahabat dengan ide dan Rangkul Peluang

Seringkali saya sedih bila individu melihat sukses dikaitkan dengan jenis pekerjaannya. Seolah ada pekerjaan kelas satu dan keias kambing. Suami saya yang hafal sejarah luar kepala, mendapatkan pelajaran dari seorang guru yang selalu melakukan “roleplay" dengan penggaris, kursi, dan alat bantu sederhana lain yang ada di dalam kelas untuk mengajarkan sejarah. Bukankah ini suatu cara kreatif? Tidak selamanya ide kreatif harus datang dari eksekutif top atau bagian kreatif perusahaan. ide sekecil apapun, bila digarap sungguh-sungguh bisa mengubah sesuatu yang penting dan bermanfaat bagi perusahaan.

Apapun peran yang Anda emban di organisasi, ingatlah untuk selalu mencari peluang yang bahkan tidak terpikirkan oleh orang lain. Anda bekerja di bagian back office? Ciptakan alur kerja yang lebih efisien untuk kemudahan kerja unit Anda, dan hitung dampaknya terhadap cost. Cari sebanyak mungkin kesempatan, dan lakukan eksekusi secara cermat. Cari dukungan dari orang-orang yang mau mendengarkan dan membantu menjual ide Anda. Sekali Anda berpikir tentang ide, Anda akan terus kritis mencari celah untuk kemajuan kerja dalam skala yang lebih luas, bahkan hingga ke tahap organisasi.

4. Sekali Luar Biasa Tidak Selamanya Luar Biasa

Seorang manajer pemasaran yang berhasil meluncurkan produk dan bahkan mendongkrak angka penjualan produknya dengan 100 persen tidak bisa berada di dalam “comfort zone". Ia tidak bisa mengklaim sejarah kesuksesannya untuk waktu yang lama. Bila ia tidak menciptakan kesuksesannya kembali, apakah melalui kegiatan yang sama dengan target lebih atau kegiatan lain dengan hasil yang lagi-lagi menonjol, maka keterlihatannya pun akan berangsur pudar.

5. Jual dan Tonjolkan Keberhasilan

Saat Anda dan tim mencapai kesuksesan dalam proyek atau menemukan solusi yang hasilnya luar biasa, jangan lalu berhenti, Bagilah pengalaman Anda kepada orang lain. Manfaatkan media komunikasi di perusahaan, apakah bulletin, intranet atau website yang paling mungkin dibaca oleh orang orang penting di perusahaan Anda. Gali masukan dan diskusikan lebih lanjut dengan orang-orang yang berkepentingan. Cari orang-orang yang bisa membantu Anda menuangkan kisah sukses Anda secara cerdas.

Sukses Anda, sekecil apapun, bila dikemas dengan cantik, bisa memberi inspirasi kepada orang banyak. Hal yang lebih penting lagi, “sense of success” akan berdampak luar biasa bagi kemajuan Anda pribadi. Jangan pernah takut untuk menampilkan keberhasilan Anda kepada orang lain. Katakan “saya berupaya keras dan telah berhasil’ dengan penuh percaya diri, dan suarakan secara positif dan tepat. ****


Posted at 03:31 pm by wahyuhandoko
Make a comment  

Jun 15, 2006
Kartu-Kartu As Negosiasi

Negosiasi, kini menjadi sebuah keahlian atau kompetensi kunci dalam berbisnis. Perusahaan-perusahaan secara agresif memburu eksekutif yang jago negosiasi dan rela untuk mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengasah karyawan yang ada untuk jadi negosiator ulung. Alasannya sederhana namun "dalam", karena dalam setiap interaksi dan transaksi, khususnya dalam situasi bisnis, semua pihak ingin mendapatkan tawaran yang terbaik.

Sesungguhnya negosiasi ada disetiap situasi, tidak hanya dalam bisnis. Dari mulai negosiasi batas kelautan antar negara, perdagangan senjata, evakuasi korban merapi, jual beli produk dan jasa, negosiasi suami dan istri, bahkan orangtua dan anak remajanya. Kerap kita dihadapkan pada situasi negosiasi dengan pihak yang sama sekali asing, namun tidak jarang juga kita berhadapan dengan pihak yang sudah akrab, seperti teman atau mitra bisnis. Dengan siapapun kita berhadapan dalam proses negosiasi, ketegangan pasti terasa. Meskipun kata-kata "win-win situation" senantiasa didengungkan namun tetap saja, posisi kedua belah pihak negosiator adalah bersebrangan.

Orang yang terbiasa bernegosiasi, umumnya punya kesadaran akan ’gaya’ negosiasi mereka, kekuatan dan kelemahan yang mereka miliki dalam negosiasi. Mengasah keterampilan negosiasi akan menimbulkan kesadaran akan ’kartu-kartu’ apa yang Anda punya dan kapan waktu yang tepat untuk "memainkannya", serta tentu saja, menambah kepercayaan diri untuk memenangkan negosiasi, bahkan sebelum negosiasi dilakukan.

Beberapa faktor yang perlu dikenali oleh para profesional sebelum terjun ke arena negosiasi adalah:

1. Seberapa "well informed" kah Anda?

Informasi mengenai kebutuhan lawan, waktu pengadaan, urgensi kebutuhan serta kompetisi yang ada, perlu lengkap dan luar kepala. Tentunya ini sudah termasuk pengetahuan "produk", baik produk kita sendiri, maupun produk pihak lain, beserta peta kompetisinya. Informasi ini bahkan terkadang mencakup informasi detil yang tidak ada batasnya, sampai ke kehidupan pribadi taupun borok lawan sekali pun. Bagi negosiator informasi adalah amunisi. Semakin "well informed’ seorang negosiator, semakin banyak amunisinya.

2. Berapa kartu yang Anda bawa?

Negosiasi ibarat bermain kartu. Bila Anda hanya ingin berniat maju mundur di harga saja maka Anda seolah berperang dengan satu senjata. Seorang negosiator unggul punya aspek yang bisa dinegosiasikan. Sebenarnya permainan aspek-aspek inilah yang pada akhirnya bisa membuat setiap pihak merasakan situasi "win-win". Misalnya, Anda tahu bahwa pelanggan butuh produk Anda segera, dan ia tidak bisa mendapatkannya dari tempat lain: ini adalah kesempatan anda untuk mendapatkan harga bagus. Pelanggan toh ’menang’ juga karena mendapatkan produknya tepat waktu.

3. Jadilah sutradara

Seringkali karena ketegangan dan keinginan untuk menggolkan negosiasi, kita lupa bahwa suasana berpengaruh terhadap pengambilan keputusan. Tanggung jawab menciptakan suasana ada di tangan orang yang menyadari dan ingin menguasai situasi. Oleh karenanya, jadilah sutradara. Dengan kontrol yang baik terhadap situasi, kita bisa membuat lawan bermain di arena kita. Dengan terjadinya negosiasi di arena yang kita kuasai, kita dapat mengatur irama sambil membaca situai lebih baik.

4. Personal tetapi "Dont take it personally"

Orang sering mengatakan bahwa dalam bernego, kemampuan berhitunglah yang menunjang kesuksesan kita. Hal ini sangat saya setujui. Kita tahu berapa untung atau berapa rugi kita saat pilihan dijatuhkan. Namun demikian, hanya dengan pendekatan personalah kita bisa masuk dan meraba informasi  yang lebih dalam tentang pihak lawan. Senyum, misalnya, adalah senjata klasik paling jitu untuk membawa pesan "saya menyukai Anda" yang pastinya lebih bermanfaat dari pada pesan misalnya "saya paling tahu" atau "saya tahu semua tentang Anda".

Sebaiknya agar kita tidak jatuh diarena lawan, perlu juga kita berlatih untuk memasang "poker face" dimana di balik senyum kita, lawan tidak bisa membaca sinyal. dalam negosiasi, kita perlu sekali menyadari bahwa ini hanyalah suatu proses di mana kita hanya menjadi duta instansi. Kata-kata atau kalimat-kalimat penekanan dari pihak lawan hendaknya dihadapi dengan sikap "cool" dan cermat, dan tidak membuat kita marah atau tersinggung. (experd)


Posted at 08:53 am by wahyuhandoko
Make a comment  

Jun 11, 2006
Mission Not Impossible": Tips untuk Si Introver

Mission Not Impossible": Tips untuk Si Introver

Oleh: Eileen Rachman & Linawaty Mustopoh

"Saya introvert. Saya tidak tahu harus berkata apa, bila menghadapi klien."

Alasan ini berulang kali keluar dari mulut beberapa orang profesional yang merasa lelah karena diuber-uber target untuk melakukan networking.

Di  masa sekarang, di mana membangun hubungan dengan pihak internal maupun eksternal perusahaan menjadi syarat kesuksesan pekerjaan dan kesuksesan organisasi, networking tidak lagi menjadi sesuatu yang ketrampilan yang ‘nice to have’ (bagus untuk dimiliki) tapi menjadi sesuatu yang ‘necessary to have’ (harus dimiliki). Suka tidak suka, networking adalah key performance indicator-nya para executive.

Banyak orang menganggap bahwa networking adalah dominasi orang dengan tipe kepribadian ekstrover. Ekstrover adalah mereka yang mendapatkan gairah hidup dan interaksi dengan banyak orang di sekitarnya. Karakteristik ekstrover adalah luwes dalam bergaul, senang berada di tengah pesta, dan bertemu dengan orang-orang baru, yang berpotensi untuk mendukung keberhasilan pekerjaannya. Networking tampaknya sudah menjadi hal yang alami bagi mereka.

Bagaimana dengan si introver?

Orang dengan tipe introver mendapatkan energi dari dalam dirinya sendiri. Mereka tidak suka dengan pesta atau pertemuan sosial yang mengharuskannya bertemu dan berbicara dengan banyak orang. Bila pun menghadiri suatu pertemuan, ia berinteraksi dengan beberapa orang orang saja, juga lebih banyak mengambil peran sebagai pendengar. Bagi mereka yang tidak terlalu menikmati pertemuan dengan banyak orang, membangun jejaring memang membutuhkan waktu dan usaha.  Pertanyaannya kemudian,

apakah karakteristik seorang introver menyebabkan mereka kurang berhasil mengembangkan networking dibandingkan mereka yang ekstrover? Jawabannya: belum tentu!

Kenyataannya adalah networking tidak selalu mudah, bahkan untuk ekstrover sekali pun. Pada dasarnya networking merupakan usaha untuk mengembangkan hubungan dengan orang-orang yang ada di sekitarnya, bisa berupa interaksi dengan orang lain ataupun pertukaran informasi. Setiap orang perlu mengembangkan ‘gaya’ atau pendekatan networking yang khas dan manjur bagi diri mereka masing-masing, disesuaikan dengan karakteristik kepribadiannya. Bagi si introver, menjadi pendengar yang baik dan menunjukkan kesediaan untuk membantu orang lain, bisa jadi merupakan modal utama baginya. Membangun kepercayaan diri untuk melakukan networking dapat dilakukan dengan mendefinisikan ulang esensi dari networking, yaitu tidak hanya sekedar ‘gaul’ saja atau ‘luwes’ saja, tapi membangun kepercayaan dan hubungan yang bermakna dan mendukung kesuksesan pekerjaannya.

Beberapa langkah agar introver dapat mengembangkan ‘gaya’ dan pendekatan khas untuk menjadi jago networking adalah:

1. Eksplorasi Kelebihan, Temukan Keunggulan.

Gali kelebihan yang dapat digunakan untuk mengembangkan hubungan dengan orang lain. Beberapa di antaranya yang khas bagi introver adalah senang mendengarkan orang lain, bisa mengingat hal kecil, senang membantu, tidak sungkan memberikan pujian.

2. Miliki Alternatif yang sesuai Gaya dan Kelebihan Anda.

Beberapa kegiatan ini dapat dilakukan, misalnya:

• Perkuat hubungan non-tatap muka, misalnya dengan mengirim e-mail/SMS berisi cerita, anekdot, atau humor, untuk menyegarkan hubungan.

• Memanfaatkan kegiatan seminar atau training daripada pergi ke pesta.

• Kirimkan kartu ucapan selamat, sebagai tindak lanjut dari informasi yang dimiliki atas diri target networking.

3. Tetapkan Target Spesifik dan Realistik

Tujuannya adalah agar Anda dapat mengukur dan mengevaluasi progress dari usaha Anda mengasah keterampilan networking dan secara bertahap dapat meningkatkan target networking Anda. Tentukan, misalnya:

• Berapa jumlah kontak atau "say hello" dalam waktu seminggu.

• Berapa kali melakukan kegiatan bersama dengan klien atau rekan kerja sebulan sekali, bisa berupa makan siang, olah raga, atau belanja bareng.

• Berapa orang yang akan Anda dekati dalam suatu ajang networking.

4. Miliki Skenario.

Tak jarang orang tipe introvet merasa tidak nyaman bila harus menelepon seseorang yang belum dikenalnya. Adanya panduan dan skenario akan membantu untuk mengembangkan pembicaraan.

5. Pertolongan: komoditi seorang "networker"

Sepanjang kita menyadari bahwa setiap orang mempunyai kebutuhan akan referensi, kita masih bisa melakukan networking.

Banyak sekali orang tidak kenal restoran yang paling asyik. Banyak sekali orang merasa beruntung bila diperkenalkan pada rekanan bisnis baru. Nomor-nomor telepon penting sering tidak dipunyai orang lain. Semua itu bisa kita jadikan materi "sharing" yang menarik sekaligus menguntungkan semua pihak. Dengan membiasakan hal ini hubungan tolong menolong terjadi secara wajar dan otomatis.

Membangun jejaring merupakan salah satu alat untuk membangun hubungan yang berjangka panjang. Siapapun dapat melakukannya, dan banyak alternatif untuk mewujudkannya, sesuai denqan karakteristik pribadi masing-masing. Jika Anda berperan sebagai manajer, kiat ini dapat pula Anda gunakan untuk melatih dan memberi dukungan pada anak buah Anda yang introver, sehingga dapat membantunya memanfaatkan hubungan baik tersebut untuk keberhasilan dalam pekerjaannya.***


Posted at 12:57 pm by wahyuhandoko
Make a comment  

Jan 24, 2006
Riau Province : Situs Bersejarah


1. MESJID RAYA PEKANBARU

Lokasi : Kecamatan Senapelan
Kotamadya : Pekanbaru

Mesjid Raya Pekanbaru terletak di Kecamatan Senapelan memiliki nilai arsitektur tradisional yang amat menarik dan merupakan mesjid tertua di kota Pekanbaru. Mesjid ini dibangun pada abad ke 18 dan merupakan bukti bahwa Kera)aan Siak pernah berdiri di kota Pekanbaru dimasa pemerintahan Sultan Abdul Jalil Alamuddin syah dan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai Sultan keempat dan kelima dari Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Di areal mesjid terdapat sebuah sumur yang mempunyai nilai magis, sering wisatawan mancanegara terutama wisatawan Malaysia mandi air sumur ini untuk membayar niat atau nazar yang dihajadkan sebelumnya.

2. MAKAM MARHUM BUKIT DAN MARHUM PEKAN

Lokasi : Kecamatan Senapelan
Kotamadya : Pekanbaru

Masih dalam areal Mesjid Raya Pekanbaru kita dapat mengunjungi makam Sultan Marhum Bukit dan makam Marhum Pekan beserta pada keluarganya, mengunjungi Makam berarti kita telah mengunjungi makam pendiri kota Pekanbaru.

Marhum Bukit adalah Sultan Siak IV (Sultan Abdul Jalil Jalaludin Syah) yang memerintah pada tahun 1766-1780 naik tahta menggantikan Sultan Abdul Jalil Jalaludin Syah. Beliau terkenal sebagai seorang Sultan yang alim dan taat. Salah seorang puterinya Tengku Embung Badariah dikawinkan dengan seorang Bangsawan Arab keturunan Nabi Muhammad yang bernama Sayed Syarif Osman ibnu Syarif Abdul Rakhman Syahabuddin.

Marhum Bukit sekitar tahun 1775 memindahkan ibukota kerajaannya dari Mempura Siak ke Senapelan dan Beliau mangkat tahun 1780. Sedangkan Marhum Pekan adalah Sultan V dari kerajaan Siak Sri Indrapura bergelar Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah yang memerintah pada tahun 1780-1782. Marhum Pekan naik tahta kerajaan menggantikan ayahanda Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah.

Marhum Pekan terkenal dengan keperkasaannya terutama dalam peperangan melawan Belanda di Pulau Guntung dan beliau pulalah pendiri dan pembesar kota Pekanbaru. Diadakannya PEKAN (pasar) pada waktu-waktu tertentu merupakan awal berkembangnya kota Pekanbaru hingga sekarang ini, dan atas jasa-jasanya setelah mangkat beliau gelari Marhum Pekan serta dimakamkan bersama ayahanda, adinda dan iparnya di komplek Mesjid Raya ini.

3. TUGU PAHLAWAN KERJA

Lokasi : Kecamatan Bukit Raya.
Kotamadya : Pekanbaru.

Tugu Pahlawan Kerja terletak sekitar km. 10 jalan raya Pekanbaru menuju Teratak Buluh Perhentian Marpoyan. Tugu ini dibangun sebagai tanda jasa bagi para pejuang yang banyak meninggal dunia pada masa penjajahan Jepang, di Daerah Riau. Bentuknya sangat sederhana, tapi nilai perjuangan para Syuhada ini tiada dapat dibayar dengan uang dan harta benda.

4. BALAI ADAT RIAU

Lokasi : Jalan Pangeran Diponegoro Pekanbaru.
Kotamadya : Pekanbaru.

Gedung ini terletak di Jalan Pangeran Diponegoro Pekanbaru, dlbangun dan dihiasi dengan bermacam bentuk ukiran dan motif tenunan. Balai adat ini dibangun untuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan adat Resam Melayu Riau, dan sekarang sering pula dimanfaatkan untuk pertemuan-pertemuan.

Arsitekturnya yang khas melambangkan kebesaran budaya Melayu Riau. Bangunan terdiri dari dua tantai, di bagian lantai atas terpampang dengan jelas beberapa ungkapan adat dan fasal-fasal Gurindam Dua Belas Karya Raja Ali Haji. Di kiri kanan masuk ruang pintu utama dengan jelas dapat kita baca fasal pertama, kedua, ketiga dan keempat dari Gurindam Dua Belas tersebut. Sedangkan pasal kelima, keenam-ketujuh, kedelapan, kesembilan, kesepuluh, kesebelas dan kedua belas terdapat di bagian dinding sebelah dalam dari ruang utama.

5. BUKIT BATU, BEKAS TAPAK KAKI MANUSIA

Lokasi : Sungai Pakning
Kabupaten : Bengkalis.

Bukit Batu terkenal karena Lancang Kuning dan Legenda Datuk Laksemana Raja di Laut, disini terdapat bekas tapak kaki manusia di atas batu dengan ukuran luar biasa besarnya, dan dilengkapi dengan keindahan alam yang sangat menarik sebagai objek wlsata budaya peninggatan sejarah dan wisata alam.

Desa Bukit Batu juga memiliki peninggalan sejarah lainnya seperti rumah peninggalan Datuk Laksemana, Meriam dan rumah-rumah yang bercirikan Khas Melayu.

6. KOMPLEK ISTANA KERAJAAN SIAK

Lokasi : Kecamatan Siak Sri Indrapura
Kabupaten : Bengkalis.

Kerajaan Siak Sri Indrapura adalah sebuah kerajaan Melayu Islam yang terbesar di Daerah Riau, mencapai masa jayanya pada abad ke 16 sampai abad ke 20, dalam silsilah Sultan-sultan Kerajaan Siak Sri Indrapura dimulai pada tahun 1725 ada 12 sultan yang pernah bertahta. Sultan-sultan yang pernah bertahta itu adalah sebagai berikut :

Sultan Pertama : Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah (1725-1746) sebagai pendiri kerajaan, beliau mangkat pada tahun 1746 dan digelar dengan Marhum Buantan.

Sultan Kedua : Sultan Abdul Jalil Rakhmad Syah (1746-1765) sebagai pengganti tahta kerajaan setelah ayahandanya Marhum Buantan mangkat. Lebih kurang 19 tahun memerintah dan kerajan Siak Sri Indrapura menjadi kokoh dan kuat, beliau mangkat pada tahun 1765 dengan gelar Marhum Mempura Besar.

Sultan Ketiga : Sultan Abdul Jalil Jalaluddin Syah (1765-1766) yang bernama Tengku Ismail. Beliau tak lama memerintah karena setahun setelah dinobatkan sebagai Sultan pengganti ayahandanya Marhum Mempura Besar datanglah Belanda yang memanfaatkan Tengku Alam (kemudian menjadi Sultan IV) sebagai perisai. Setelah mangkat dalam kesedihan yang tak berkesudahan, beliau digelar dengan sebutan Marhum Mangkat di Balai.

Sultan Keempat : Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (1766-1780) yang bernama Tengku Alam, naik tahta kerajaan menggantikan Sultan Abdul Jalil Jalaluddin Syah. Beliau mangkat dalam tahun 1780 dengan gelar Marhum Bukit.

Sultan Kelima :Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah (1780-1782) menggantikan ayahandanya Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah. Pada masa pemerintahannya dan pemerintah ayahandanya Kerajaan Siak berkedudukan di Senapelan atau Pekanbaru sekarang ini. Beliau pula pendiri Kota Pekanbaru dan mangkat dalam tahun 1782 dengan gelar yang disandangnya adalah Marhum Pekan.

Sultan Keenam : Sultan Yahya Abdul Jalil Muzaffar Syah (17821784) naik tahta kerajaan hanya ± 2 tahun dan pada tahun 1784 beliau mangkat dengan gelar Marhum Mangkat di Dungun.

Sultan Ketujuh : Sultan Assaidis Asyarif Ali Abdul Jalil Syaifuddin Baalawi (1784-1810) adalah Sultan Siak pertama yang berdarah Arab dan bergelar Sayed Syarif. Pada pemerintahan Sultan VII inilah Kerajaan Siak mencapai puncak kejayaannya. Beliau mangkat pada tahun 1810 dan digelar dengan sebutan Marhum Kota Tinggi.

Sultan Kedelapan : Sultan Asyaidis Syarif Ibrahim Abdul Jalil Khaliluddin (1810-1815) adalah putera Sultan VII yang bernama Ibrahim. Beliau mangkat pada tahun 1815 dan digelar sebutannya Marhum Mempura Kecil.

Sultan Kesembilan : Sultan Assyaidis Syarif Ismail Abdul Jalil Jalaluddin (1815-1854) bernama Tengku Sayed Ismail setelah mangkat beliau digelar Marhum Indrapura.

Sultan Kesepuluh : Sultan Assyaidis Syarif Kasyim Abdul Jalil Syaifuddin (Syarif Kasyim I, 1864-1889), Beliau mangkat dalam tahun 1889 dan bergelar dengan sebutan Marhum Mahkota.

Sultan Kesebelas : Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin (1989-1908). Beliau naik tahta kerajaan menggantikan ayahandanya Sultan Kasyim Awal. Peninggalan-peningalan Kerajaan Siak yang sekarang ada hampir semua adalah atas jasa dan usahanya, dan beliau mangkat dalam tahun 1908 dengan gelar Marhum Baginda.

Sultan Keduabelas : Sultan Assyaidis Syarif Kasyim Abdul Jalif Syaifudin (Syarif Kasyim II), 1915-1949) Tengku Sulong. Beliau ditabalkan sebagai sultan setelah ± 7 tahun mangkatnya ayahandanya Sultan Hasyim. Beliau merupakan Sultan terakhir dan pada bulan Nopember 1945 mengirim kawat kepada Presiden Republik Indonesia yang menyatakan kesetiaanya dan beliau menyerahkan harta bendanya untuk perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kini, sebagai bukti sejarah atas kebesaran kerajaan Melayu Islam di Daerah Riau ini, dapat kita lihat peninggalan kerajaan berupa komplek Istana Kerajaan Siak yang dibangun oleh Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1889 dengan nama ASSIRAYATUL HASYIMIAH lengkap dengan peralatan kerajaan. Sekarang Istana Kerajaan Siak Sri Indrapura dijadikan tempat penyimpanan benda-benda koleksi kerajaan antara lain : Kursi Singgasana kerajaan yang berbalut (sepuh) emas, Duplikat Mahkota Kerajaan, Brankas Kerajaan, Payung Kerajaan, Tombak Kerajaan, Komet sebagai barang langka dan menurut cerita hanya ada dua di dunia dan lain-lain. Di samping Istana kerajaan terdapat pula istana peraduan.

7. MAKAM MARHUM BUANTAN

Lokasi : Kecamatan Siak Sri Indrapura
Kabupaten : Bengkalis.

Marhum Buantan (mangkat tahun 1746) adalah pendiri kerajaan dan Sultan Siak I yang bergelar Abdul Jalil Rakhmad Syah Yang Dipertuan Muda Raja Kecil, memerintah dari tahun 1725 hingga tahun 1746. Beliau adalah orang yang menyusun tata pemerintahan dan tata adat menurut dasar tata kerajaan Melayu seperti : Lambang kerajaan yang terdiri dari sebuah payung, sembilan keris panjang, sembilan pedang dan sebatang tombak dengan warna kuning. Disamping lambang kerajaan. Orang Besar kerajaan yang diangkat untuk mendampingi Sultan dalam melaksanakan roda pemerintahan sehari-hari merupakan Kepala Persukuan bergelar Datuk. Demikian pula halnya Balai Penghadapan, pemakaian gelar dan upacara kerajaan telah diletakkannya sebagai dasar tata kerajaan Melayu.

Selain itu, Marhum Buantan menjadikan agama Islam sebagai agama kerajaan dan seluruh tata adat diatur menurut hukum Syarak. Marhum mempunyai tiga orang putera, masing-masing : Tengku Alam, Tengku Tengah dan Tengku Buang Asmara, bergelar Tengku Mahkota.

Marhum Buantan (Raja Kecil) memerintah selama kurang lebih 21 tahun telah menempatkan kerajaannya sebagai dasar dari sebuah kerajaan besar yang telah berkembang di bawah pemerintahan keturunannya. Beliau mangkat tahun 1746 dan dimakamkan di Desa Buantan Kecamatan Siak Sri Indrapura.

8. MESJID KERAJAAN

Lokasi : Kecamatan Siak Sri Indrapura
Kabupaten : Bengkalis.

Mesjid Kerajaan Siak Sri Indrapura bernama Mesjid Syahabuddin didirikan oleh Sultan Assyaidis Kasyim Abdul Jalil Syaifuddin. Mesjid ini arsitekturnya agak unik dan terletak hanya beberapa ratus meter dari Istana Kerajaan, dipinggiran sungal Siak.

9. MAKAM KELUARGA RAJA

Lokasi : Kecamatan Siak Sri Indrapura
Kabupaten : Bengkalis.

Kerajaan Siak Sri Indrapura yang diperintah oleh 12 sultan tentunya mempunyai banyak keluarga. Diantara Sultan dan keluarganya yang meninggal dunia ada yang dimakamkan di Siak, seperti Marhum Sultan Syarif Hasyim di Kota Tinggi, disebelah kanan mesjid kerajaan juga terdapat makam Sultan Syarif Kasyim dan para keluarga sultan lainnya.

10. BALAI KERAPATAN TINGGI

Lokasi : Kecamatan Siak Sri Indrapura
Kabupaten : Bengkalis

Balai Kerapatan Tinggi Kerajaan Siak ini dibangun dipinggir sungai Siak bersamaan dengan pembangunan Istana Kerajaan pada masa pemerintahan Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin, dalam tahun 1889. Bangunan ini dahulunya sering dipergunakan untuk tempat bermusyawarah, persidangan serta pengadilan.

Mengunjungi Istana Siak tentu tak terlewatkan pula mengunjungi Balai Kerapatan Tinggi yang penuh sejarah ini, letaknya tak berjauhan dengan Mesjid Istana Hassirayatul Hasyimiah.

11.MESJID JAMI'

Lokasi : Air Tiris Kecamatan Kampar
Kabupaten : Kampar

Mesjid Jamik dekat Pasar Air Tiris Kecamatan Kampar, mesjid ini juga memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan mesjid-mesjid lain di Propinsi Riau. Mesjid lni dibangun pada tahun 1901. Pada puncak atapnya terdapat tingkatan menara yang cukup tinggi dan bahan bangunannya terbuat dari kayu tanpa menggunakan paku besi.

Di luar mesjid terdapat sebuah sumur yang di dalamnya terendam batu besar yang mirip kepala kerbau. Konon, batu tersebut selalu berpindah tempat tanpa ada yang memindahkannya.Oleh masyarakat tempatan mesjid ini dianggap keramat dan kini banyak mendapat kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara, terutama

dari Singapura dan Malaysia untuk membayar nazar dan mandi di sumurnya. Kunjungan yang terbanyak sesudah Bulan Puasa atau pada hari raya Puasa Enam.

12. MAKAM SYEKH ABDURRACHMAN SIDDIQ

Lokasi : Kecamatan Kuala Indragiri
Kabupaten : Indragiri Hilir

Makam Syekh Abdurrachman Siddiq terletak di parit Hidayat, Kecamatan Kuala Indragiri, dapat ditempuh kurang lebih 30 menit dari Tembilahan sebagai ibukota Kabupaten Indragiri Hilir dengan speed boat.

Almarhum Syekh Abdurrachman Siddiq meninggal dunia pada tahun 1939. Beliau adalah seorang mufti, guru agama dan ulama yang banyak mempunyai sahabat, dan muridnya sampai ke Singapura dan Malaysia; dan beliau banyak mengarang buku-buku

mengenai agama Islam. Peninggalan lain dari Syekh Abdurrachman Siddiq di Parit Hidayat ini adalah sebuah mesjid yang dibangun sekitar tahun 1927. Mesjid ini memiliki ciri khas pada tingkatan atapnya, dan terletak kurang lebih 200 meter dari makam. Di samping mesjid, peninggalan lainnya adalah sebuah rumah tunggu yang didiami oleh anak cucu almarhum secara bergiliran melayani tamu. Rumah tunggu ini juga sering dimanfaatkan untuk menginap bagi tamu yang tidak memungkinkan pulang atau memang berhajat untuk bermalam disana.

13. MAKAM HANG NADIM

Lokasi : Kecamatan Bintan Utara
Kabupaten : Kepulauan Riau

Hang Nadim adalah Laksamana Melayu yang terbesar sesudah Laksamana Hang Tuah. Hang Nadim meninggal di pulau Bintan pada tahun 1504 dan dimakamkan di bukit Bintan.

14. KLENTENG JODOH

Lokasi : Sungai Jodoh - Tanjungpinang
Kabupaten : Kepulauan Riau

Klenteng ini terdapat di sungai Jodoh atau sungai Ular. Cerita yang melekat pada kelenteng ini adalah sembahan yang dilakukan pengunjung untuk segera mendapatkan jodoh, dan tak aral pada sembahyang besar para pemuda-pemudi mencari jodoh di klenteng ini, sehingga keienteng ini disebut klenteng pertemuan jodoh atau sering disebut klenteng Jodoh.

15.KOMPLEKS KLENTENG SENGGARANG

Lokasi : Senggarang - Tanjungpinang
Kabupaten : Kepulauan Riau

Di semenanjung Senggarang terdapat kompleks klenteng yang amat erat kaitannya dengan masyarakat keturunan Cina, seperti klenteng Jodoh sungai Jodoh. Untuk sampai di kompleks klenteng ini, kita dapat menumpang kapal pompong umum ± 10 menit darl kota Tanjungpinang.

Kelenteng di kompleks ini ada tiga buah dan ketiganya mempunyai nilai magis tersendiri. Ketiga kelenteng itu adalah : klenteng Sung Te Kong atau kelenteng Dewa Api, nilai magis yang melekat bahwa sembahan ditujukan untuk mendapatkan keselamatan di darat. Klenteng Maco atau klenteng Dewa Laut, nilai magis yang melekat pada klenteng ini bahwa sembahan ditujukan untuk mendapatkan

keselamatan di laut atau pelayaran. Klenteng Tay Ti Kong menurut kepercayaan penganutnya disebut pula kelenteng Dewa Tanah, nilai magis yang melekat bagi mereka bahwa sembahyang di klenteng Tay Ti Kong mendoa untuk diberikan keselamatan untuk tanah, umpamanya mendoa untuk berkebun, mendoa hendak mendirikan rumah dan lain sebagainya agar segala kegiatannya tidak mendapat halangan kelak.

15. MUSEUM KANDIL RIAU

Lokasi : Kota Tanjungpinang
Kabupaten : Kepulauan Riau

Musium ini awalnya adalah kepunyaan perorangan terletak di tengah kota Tanjungpinang, menyimpan koleksi barang-barang peninggalan sejarah kerajaan seperti : keris, tombak, baju kebesaran kerajaan dan barang-barang antik yang mempunyai nilai sejarah serta keunikan tersendiri.

16. MAKAM DAENG MAREWA

Lokasi : Kecamatan Tanjungpinang Timur
Kabupaten : Kepulauan Riau

Daeng Marewa adalah salah seorang Yang Dipertuan Muda (YDM) pada tahun 1721-1727 pada waktu Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah sebagai kepala kerajaan Melayu periode Riau-Lingga. Yang Dipertuan Muda adalah kepala pemerintahan, yang dapat dipersamakan dengan kedudukan Perdana Menteri sekarang ini. Makam Daeng Marewa terletak di Kota Rebah, dapat kita tempuh ± 35 menit dengan pompong dari Tanjungpinang.

17.MAKAM DAENG CELAK

Lokasi : Kecamatan Tanjungpinang Timur
Kabupaten : Kepulauan Riau

Daeng Celak adalah ayahanda dari Raja Haji, Yang Dipertuan Muda IV kerajaan Riau menggantikan Yang Dipertuan Muda III, Daeng Kamboja. Daeng Celak sendiri adalah Yang Dipertuan Muda II sebagai kepala pemerintahan pada tahun 1727-1745, menggantikan Yang Dipertuan Muda I, Daeng Marewa.

Daeng Marewa dan Daeng Celak menjadi Yang Dipertuan Muda pada periode Riau-Lingga di bawah pemerintahan Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah. Makam Daeng Celak terdapat di Kota Lama dan dapat ditempuh dengan pompong dari Tanjungpinang + 25 menit.

18.PRASASTI PASIR PANJANG

Lokasi : Pulau Karimun, Kecamatan Karimun
Kabupaten : Kepulauan Riau

Prasasti Pasir Panjang terdapat di pulau Karimun yang bertuliskan huruf Sanskerta berbunyi "Mahayunika Galagantricacri."

19. MAKAM ENGKU PUTRI

Lokasi : Pulau Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Barat
Kabupaten : Kepulauan Riau

Makam Engku Putri Permaisuri Sultan Mahmud ini terletak di pulau Penyengat Indra Sakti. Engku Putri adalah milik pulau Penyengat, karena pulau ini dihadiahkan suaminya Sultan Mahmud Syah sebagai mas kawinnya sekitar tahun 1801-1802. Selain itu Engku Putri adalah pemegang regalia kerajaan Riau.

Bangunan makam terbuat dari beton, dikelilingi oleh pagar tembok pada tempat yang ketinggian. Dahulu atap bangunan makam dibuat bertingkat-tingkat dengan hiasan yang indah.

Di kompleks ini terdapat pula makam tokoh-tokoh terkemuka kerajaan Riau, seperti makam Raja Haji Abdullah (Marhum Mursyid)

Yang Dipertuan Muda Riau IX, makam raja Ali Haji, pujangga Riau yang terkenal "Gurindam Dua Belas", makam Raja Haji Abdullah, makam Mahkamah Syariah kerajaan Riau-Lingga, makam Tengku Aisyah Putri - Yang Dipertuan Muda Riau IX, dan kerabat-kerabat Engku Putri yang lain.

Sejarah Riau mencatat bahwa Engku Putri (Raja Hamidah) adalah putri Raja Syahid Fisabilillah Marhum Teluk Ketapang - Yang Dipertuan Muda Riau IV - yang termashur sebagai pahlawan Riau dalam menentang penjajahan Belanda. Sebagai putri tokoh ternama, Engku Putri besar peranannya dalam pemerintahan kerajaan Riau, sebab selain memegang regalia (alat-alat kebesaran kerajaan) beliau adalah permaisuri Sultan Mahmud, dan tangan kanan dari Raja Jaafar - Yang Dipertuan Muda Riau VI.

Sebagai pemegang regalia kerajaan, beliau sangatlah menentukan dalam penabalan sultan, karena penabalan itu haruslah dengan regalia kerajaan. Engku putri pernah pula melakukan perjalanan ke beberapa daerah lain, seperti ke Sukadana, Mempawah dan lain-lain untuk mempererat tali persaudaraan antara kerajaan Riau dengan kerajaan yang dikunjunginya.

Tokoh ternama dari kerajaan Riau ini mangkat di pulau Penyengat bulan Juli tahun 1884.

20. MESJID RAYA SULTAN RIAU

Lokasi : Pulau Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Barat
Kabupaten : Kepulauan Riau

Mesjid yang menjadi kebanggaan orang Melayu Riau ini didirikan pada tanggal 1 Syawal 1249 H (1832 M) atas prakarsa Raja Abdurrahman, Yang Dipertuan Muda Riau VII. Bangunan mesjid ini seluruhnya terbuat dari beton, berukuran 18 x 19,80 meter. Di bagian dalam ruang utama terdapat empat buah tiang utama. Pada keempat sudut bangunan berdiri empat buah menara, sedangkan atapnya terdiri dari 13 buah kubah yang unik. Cerita masyarakat tempatan menyebutkan,untuk membangun mesjid ini, terutama untuk memperkuat beton kubah, menara dan bagian tertentu lainnya, dipergunakan bahan perekat dari campuran putih telur dan kapur. Pelaksanaan pembangunannya melibatkan seluruh lapisan masyarakat di kerajaan Riau, yang bekerja siang malam secara bergiliran.

Di dalam mesjid ini tersimpan pula kitab-kitab kuno (terutama yang menyangkut agama Islam) yang dulunya menjadi koleksi perpustakaan didirikan oleh Raja Muhammad Yusuf AI Ahmadi,Yang Dipertuan Muda Riau X. Benda lain yang menarik dan terdapat dalam mesjid ini adalah mimbarnya yang indah, serta kitab suci AI Qur'an tulisan tangan.

21. BEKAS GEDUNG TABIB KERAJAAN

Lokasi : Pulau Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Barat
Kabupaten : Kepulauan Riau

Sisa gedung Engku Haji Daud ini hanya berupa empat bidang dinding tembok dengan beberapa buah rangka pintu dan jendela. Gedung ini dahulu dikenal dengan sebutan Gedung Engku Haji Daud atau Gedung Tabib Kerajaan, karena beliau adalah Tabib Kerajaan Riau. Bekas gedung ini banyak menarik pengunjung karena disamping peninggalan sejarah juga terletak di tengah kediaman ramai.

22. MAKAM RAJA HAJI

Lokasi : Pulau Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Barat
Kabupaten : Kepulauan Riau

Raja Haji-Yang Dipertuan Muda Riau IV-adalah pahlawan Melayu yang amat termashur. Beliau berperang melawan penjajah Belanda sejak berusia muda sampai akhir hayatnya dalam peperangan hebat di Tetuk Ketapang tahun 1784.

Raja Haji yang hidup antara tahun 1727-1784 itu telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin, hulubalang dan ulama. Para penulis sejarah mencatat, terutama pada tahun 1782-1784 cukup berpengaruh terhadap stabilitas sosial politik dan ekonomi di wilayah Nusantara dan negeri-negeri Belanda yang sangat tergantung terhadap sumber perekonomiannya di Timur.

Pihak Belanda bahkan menganggap bahwa perang yang dipimpin Raja Haji adalah peperangan yang cukup besar dan sempat menggoncangkan kedudukan Belanda di Nusantara. Karena kepahlawanannya itulah, Raja Haji diagungkan masyarakat Melayu, disebut dengan gelar Raja Haji Fisabilillah Marhum Teluk Ketapang.

Ketika beliau mangkat dalam peperangan hebat di Teluk Ketapang, jenazahnya kemudian dibawa ke Malaka dan dikebumikan disana. Baru beberapa tahun kemudian jenazah beliau dibawa ke pulau Penyengat dan disemayamkan dalam makam yang terletak di Bukit Selatan pulau Penyengat, bersebelahan dengan makam Habib Syekh, seorang ulama terkemuka di kerajaan Riau-Lingga.

23. MAKAM RAJA JAAFAR

Lokasi : Pulau Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Barat
Kabupaten : Kepulauan Riau

Raja Jaafar - Yang Dipertuan Muda Riau VI - adalah putra Raja Haji Sahid Fisabilillah Marhum Teluk Ketapang. Raja Jaafar menjadi Yang Dipertuan Muda Riau VI tahun 1806-1831. Ketika mangkatnya digelar Marhum Kampung Ladi.

Kompleks makam almarhum Raja Jaafar seluruhnya dibuat dari beton, indah dan kokoh. Pada makam ini terdapat pilar-pilar, kubah-kubah dari beton yang dihiasi ornamen yang menarik. Di luar cungkup makam ini, dalam kompleks makam terdapat pula kolam air yang dilengkapi tangga batu tempat berwuduk. Di kompleks makam ini terdapat pula makam-makam keluarga bangsawan lainnya.

24. MAKAM RAJA ABDURRAKHMAN

Lokasi : Pulau Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Barat
Kabupaten : Kepulauan Riau

Raja Abdurrakhman - Yang Dipertuan Muda Riau VII - ketika mangkatnya digelar Marhum Kampung Bulang. Raja Abdurrakhman menjadi Yang Dlpertuan Muda Riau tahun 1832-1844. Beliau terkenal aktif dalam menggalakkan pembangunan di pulau ini, serta taat beribadah. Salah satu hasil upaya beliau yang utama adalah pembangunan Mesjid Raya Penyengat. Karena jasanya itutah, ketika beliau meninggal dunia jenazahnya dikebumikan hanya beberapa ratus meter di bagian belakang mesjid, terdapat pada sebuah lereng bukit.

25. BEKAS ISTANA SULTAN ABDURRAKHMAN MUAZZAM SYAH

Lokasi : Pulau Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Barat
Kabupaten : Kepulauan Riau

Bangunan bekas istana Sultan Riau yang terakhir ini hanya berupa puing-puing belaka dahulu. Istana ini disebut Kedaton, dengan lapangan luas di sekitarnya.

Istana ini mulai rusak sejak Sultan Abdurrakhman Muazzam Syah (1833-1911) meninggalkan Penyengat karena dimusuhi Belanda, akibat sikap beliau menentang pemerintahan Betanda tahun 1911. Beliau segera ke Daik dan bergegas meninggalkan Daik dan untuk selanjutnya bermukim di Singapura sampai akhir hayatnya. Sejak itu istana ini tinggal terlantar dan akhirnya runtuh sama sekali, kini tinggal puingnya.

26. BEKAS GEDUNG TENGKU BILIK

Lokasi : Pulau Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Barat
Kabupaten : Kepulauan Riau

Bangunan ini bertingkat dua, walaupun sudah rusak tapi bentuk aslinya masih kelihatan. Bentuk bangunannya merupakan ciri-ciri kesukaan para bangsawan Melayu akhir abad XIX, karena seni bangunan seperti itu masih ditemui di Singapura (istana Kampung Gelam), di Johor dan tempat-tempat lain di semenanjung Malaysia. Bangunan ini masih ditempati sampai masa Perang Dunia II dan sekarang masih menarik pengunjung yang datang ke pulau Penyengat.

Pemilik gedung ini, yaitu Tengku Bilik, adik sultan Riau terakhir, bersuamikan Tengku Abdul Kadir.

27. GUDANG MESIU

Lokasi : Pulau Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Barat
Kabupaten : Kepulauan Riau

Tak seberapa jauh dari Mesjid Raya Penyengat terdapat bangunan kecil yang seluruhnya terbuat dari beton, tampak amatlah kokoh dengan temboknya setebal satu hasta dengan jendela-jendela kecil berjeriji besi.

Sesuai dengan namanya, gedung ini dahulunya tempat menyimpan mesiu, yang oleh penduduk di daerah ini disebut obat bedil. Melihat gedung ini akan memberi bayangan betapa siapnya kerajaan Riau - Lingga dalam menentang penjajahan di negerinya.

Dahulu, menurut cerita tempatan, di pulau ini terdapat empat buah gedung tempat menyimpan mesiu dan kini hanya tinggal satu ini.

28. KUBU DAN PARIT PERTAHANAN

Lokasi : Pulau Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Barat
Kabupaten : Kepulauan Riau

Di Penyengat terdapat kubu dan parit pertahanan kerajaan Riau dalam peperangan melawan Belanda tahun 1782-1784. Kubu-kubu ini terletak di bukit Penggawa, bukit Tengah dan bukit Kursi. Dahulu, kubu-kubu ini seluruhnya dilengkapi dengan meriam dalam berbagai ukuran. Bagi para wisatawan yang berkunjung, kubu ini amatlah menarik, karena selain mengandung nilai sejarah juga pemandangan alam dari kubu-kubu ini sangat indah pula.

29. DAIK (BEKAS PUSAT KERAJAAN RIAU LINGGA)

Lokasi : Kecamatan Lingga
Kabupaten : Kepulauan Riau

Daik, dahulunya hampir selama seratus tahun menjadt pusat kerajaan Riau-Lingga, sekarang menjadi ibu kota Kecamatan Lingga, Kabupaten Kepulauan Riau.

Kota Daik yang terletak di sungai Daik, hanya dapat dilalui perahu atau kapal motor di waktu air pasang. Kalau air surut, sungai Daik mengering dan tak dapat dilalui. Perhubungan lainnya adalah melalui jalan darat ke desa Resun di sungai Resun. Dari sana melalui sungai itu terus ke muara (Pancur) yang terletak di pantai utara pulau Lingga, berseberangan dengan Senayang.

Selama seratus tahun Daik menjadi pusat kerajaan, tentulah terdapat berbagai peninggalan sejarah dan sebagainya. Raja-raja kerajaan Riau-Lingga yang memerintah kerajaan selama periode pusat kerajaan di Daik Lingga yaitu : Sultan Abdurakhman Syah (1812-1832), Sultan Muhammad Syah (1832-1841), Sultan Mahmud Muzafar Syah (1841-1857), Sultan Sulalman Badrul Alam Syah II (1857-1883) dan Sultan Abdurrakhman Muazzam Syah (1883-1911).

30. BALAI ADAT INDRA PERKASA

Lokasi : Pulau Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Barat
Kabupaten : Kepulauan Riau

Gedung dengan arsitektur tradisional Melayu Kepulauan ini dijadikan Balai Adat untuk memperagakan berbagai bentuk upacara adat Melayu. Letaknya di tepi pantai menghadap laut lepas, amatlah mempesona.

Di dalam gedung ini dapat dilihat tata ruangan dan beberapa benda kelengkapan adat Resam Melayu atau beberapa atraksi kesenian yang diadakan untuk menghormati tamu tertentu.

31. MESJID JAMIK DAIK

Lokasi : Kecamatan Lingga
Kabupaten : Kepulauan Riau

Mesjid Jamik terletak di kampung Darat, Daik Lingga, dibangun pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Riayat Syah (1761-1812) pada masa awal beliau memindahkan pusat kerajaan dari Bintan ke Lingga. Sumber tempatan menyebutkan bahwa bangunan mesjid ini dimulai sekitar tahun 1803, dimana bangunan aslinya seluruhnya terbuat dari kayu. Kemudian setelah Mesjid Penyengat selesai dibangun, maka bangunan Mesjid Jamik ini dirombak dan dibangun lagi dari beton.

Mesjid ini di dalam ruang utamanya tidaklah mempergunakan tiang penyangga kubah atau lotengnya. Pada mimbarnya terdapat tulisan yang terpahat dalam aksara Arab-Melayu (Jawi), berisi : "Muhammad SAW. Pada 1212 H hari bulan Rabiul Awal kepada hari Isnen membuat mimbar di dalam negeri Semarang Tammatulkalam." Tulisan ini memberi petunjuk, bahwa mimbar yang indah ini dibuat di Semarang, Jawa Tengah dengan memasukan motif-motif ukiran tradisional Melayu.

32. BEKAS ISTANA DAMNAH

Lokasi : Kecamatan Lingga
Kabupaten : Kepulauan Riau

Yang tersisa dari bangunan yang dahulunya sangat megah ini hanyalah tangga muka, tiang-tiang dari sebahagian tembok pagarnya yang seluruhnya terbuat dari beton. Sekarang puing istana ini terletak dalam hutan belantara yang disebut kampung Damnah.

Istana Damnah didirikan oleh Raja Muhammad Yusuf AI-Ahmadi, Yang Dipertuan Muda Riau X (1857-1899). Dalam tahun 1860 olehnya didirikan istana Damnah untuk kediaman Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah II, dimana sebelumnya Sultan ini di Istana Kota Baru tak berjauhan dari pabrik sagu yang didirikannya.

33. GEDUNG BILIK 44

Lokasi : Kecamatan Lingga
Kabupaten : Kepulauan Riau

Yang disebut gedung bilik 44 adalah pondasi gedung yang akan dibangun oleh Sultan Mahmud Muzafar Syah. Gedung ini baru dikerjakan pondasinya saja karena Sultan keburu dipecat Belanda tahun 1812. Lokasinya terletak di lereng gunung Daik.

Walaupun gedung ini belum sempat berdiri, tetapi dari pondasinya yang berjumlah 44 itu sudah dapat kita bayangkan betapa besarnya minat Sultan Mahmud untuk membangun negerinya. Di gedung ini, menurut rencana Sultan akan ditempatkan para pengrajin yang ada di kerajaan Riau-Lingga, supaya mereka dapat bekerja lebih tenang serta mengembangkan keahliannya. Namun cita-cita Sultan Mahmud terkandas oleh penjajah asing.

34. KUBU PERTAHANAN

Lokasi : Kecamatan Lingga
Kabupaten : Kepulauan Riau

Daik sebagai pusat kerajaan Riau-Lingga tentulah memerlukan pengawalan ketat. Perairan selat Malaka yang masa silam selalu ramai dengan desingan peluru dan asap mesiu. Untuk menjaga berbagai kemungkinan dalam pertempuran, di Daik Lingga dan sekitarnya didirikan kubu-kubu yang kokoh dengan persenjataan lengkap menurut keadaan zamannya, yang terdapat di pulau Mepar, Kubu Bukit Ceneng dan Kubu Kuala Daik.

35. MAKAM BUKIT CENGKEH

Lokasi : Kecamatan Lingga
Kabupaten : Kepulauan Riau

Di Bukit Cengkeh, Daik, terdapat kompleks makam raja-raja Riau-Lingga. Bangunan ini dulunya amat indah, bentuknya segi delapan dengan kubah bergaya arsitektur Turki. Kini makam ini sudah runtuh, yang tersisa hanya sebagian dindingnya dan pagar beton kelilingnya. Di kompleks makam ini terdapat pusara : Sultan Abdurrakhman Syah (1812-1832), beberapa anggota keluarga kerajaan Riau-Lingga. Makam ini tidaklah sulit dicapai karena terletak di pinggir jalan raya, di atas Bukit Cengkeh yang indah pemandangannya.

36. MAKAM MERAH

Lokasi : Kecamatan Lingga
Kabupaten : Kepulauan Riau

Disebut makam merah karena warna cat bangunannya merah, tiangnya terbuat dari besi, pagarnya dari besi dan atapnya seng tebal. Makam ini tidak berdinding dan atapnya berbentuk segi empat melingkari makam. Makam ini letaknya tidaklah berapa jauh dari bekas istana Damnah.

Makam ini terkenal bukanlah karena bangunan makamnya, tetapi karena yang dimakamkan disini adalah Raja Muhammad Yusuf Yang Dipertuan Muda Riau X.

37. RUMAH DATUK LAKSEMANA DAIK

Lokasi : Kecamatan Lingga
Kabupaten : Kepulauan Riau

Bangunan tua ini terletak di kampung Bugis, berbentuk limas penuh. Rumah ini selain pernah ditempati oleh Datuk Laksemana Daik,pernah pula ditempati oleh Datuk Kaya pulau Mepar, karena beliau ini menantu Datuk Laksemana. Rumah ini masih agak baik dan ditempati oleh keluarga Datuk Laksemana dan Datuk Kaya Daik.

Di rumah ini masih tersimpan sisa-sisa benda milik Datuk Laksemana dan Datuk Kaya, seperti : beberapa jenis pakatan kebesaran Datuk Kaya dan Datuk Laksemana, benda-benda upacara adat, motifmotif tenunan, batik, ukiran-ukiran dan sebagainya.

38. MUSEUM KANDIL KEMILAU EMAS

Lokasi : Pulau Belimbing Kecamatan Bangkinang
Kabupaten : Kampar

Musium ini resminya baru pada tanggal 22 Mei 1988 berada di pulau Belimbing Kuok Bangkinang. Musium ini adalah sebuah rumah berbentuk rumah Adat Lima Koto Kampar yang dibangun sekitar tahun 1900 oleh almarhum Haji Hamid. Kini dalam musium ini tersimpan berbagai barang antik koleksi yang memiliki nilai sejarah seperti : Barang tembikar, Alat Pertukangan, Alat Pertanian, Alat-alat penangkap ikan, alat-alat kesenian, Alat-alat pelaminan, Alat-alat perdagangan, Alat pesta dan lain-lain.

Disamping alat-alat tersebut tersimpan pula dayung perahu dagang terbuat dari kayu yang sangat kuat berasal dari abad ke 18, serta sebuah kompas yang terbuat dari bambu yang dibuat oleh bangsa China karena angka-angka yang tertulis pada kompas tersebut ditulis dalam aksara China.

Ada dua ratus lima puluh (250) macam barang antik koleksi musium Kandil Kemilau Emas yang semuanya merupakan koleksi warisan yang telah turun temurun sebagai barang pusaka.

39. MAKAM SULTAN MAHMUD SYAH 1

Lokasi : Kecamatan Bunut
Kabupaten : Kampar

Sultan Mahmud Syah I adalah Raja Malaka terakhir karena pertempuran dengan Potugis tahun 1509 hingga tahun 1526 beliau beserta sisa-sia pasukan gabungan mengundurkan diri ke Pekantua Sungai Kampar.

Setelah berperang Sultan Mahmud Syah dinobatkan menjadi Raja Pekantua Kampar hingga mangkat tahun 1528 digelar dengan Marhum Kampar, dimakamkan di Pekantua Kampar. Makamnya terletak di Desa Tolam, kecamatan Bunut dan dapat dicapai dengan kenderaan kapal motor atau speedboad.

Mengunjungi makam sultan ini sekaligus dapat melihat beberapa peninggalan sejarah lainnya seperti meriam kuno, makam Raja-raja Pelalawan, bekas peninggalan sejarah di Nasi-nasi Tolam dan sebagainya.

40. MAKAM SYEKH BURHANUDDIN

Lokasi : Kecamatan Kampar Kiri
Kabupaten : Daerah Tingkat II Kampar

Almarhum Syekh Burhanuddin adalah salah seorang penyebar Agama Islam, makamnya terletak di Kuntu Lipat Kain Kabupaten Kampar. Tempat ini banyak mendapat kunjungan terutama pada hari besar Islam dan menjelang bulan Ramadhan tiba.

41. CANDI MUARA TAKUS

Lokasi : Kecamatan XIII Koto
Kabupaten : Kampar

Kompleks candi ini terletak di desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar atau jaraknya kurang lebih 135 kilometer dari Kota Pekanbaru. Jarak antara kompleks candi ini dengan pusat desa Muara Takus sekitar 2,5 kilometer dan tak jauh dari pinggir sungai Kampar Kanan.

Kompleks candi ini dikelilingi tembok berukuran 74 x 74 meter diluar arealnya terdapat pula tembok tanah berukuran 1,5 x 1,5 kilometer yang mengelilingi kompleks ini sampal ke pinggir sungai Kampar Kanan. Di dalam kompleks ini terdapat pula bangunan candi Tua, candi Bungsu dan Mahligai Stupa serta Palangka. Bahan bangunan candi terdiri dari : batu pasir, batu sungai dan. batu bata. Menurut sumber tempatan, batu bata untuk bangunan ini dibuat di desa Pongkai, sebuah desa yang terletak di sebelah hilir kompleks candi. Bekas galian tanah untuk batu bata itu sampai saat ini dianggap sebagai tempat yang sangat dihormati penduduk. Untuk membawa batu bata ke tempat candi, dilakukan secara beranting dari tangan ke tangan. Cerita ini walaupun belum pasti kebenarannya memberikan gambaran bahwa pembangunan candi itu secara bergotong royong dan dilakukan oleh orang ramai.

Selain dari candi Tua, candi Bungsu, Mahligai Stupa dan Palangka, di dalam kompleks candi ini ditemukan pula gundukan yang diperkirakan sebagai tempat pembakaran tulang manusia. Diluar kompleks ini terdapat pula bangunan-bangunan (bekas) yang terbuat dari batu bata, yang belum dapat dipastikan jenis bangunannya.

Kompleks candi Muara Takus, satu-satunya peninggalan sejarah yang berbentuk candi di Riau. Candi yang bersifat budhistis ini merupakan bukti pernahnya agama Budha berkembang di kawasan ini beberapa abad yang silam. Kendatipun demikian, para pakar purbakala belum dapat menentukan secara pasti kapan candi ini didirikan. Ada yang mengatakan abad kesebelas, ada yang mengatakan abad keempat, abad ketujuh, abad kesembilan dan sebagainya. Tapi jelas kompleks candi ini merupakan peninggalan sejarah masa silam.

42. BENTENG TUJUH LAPIS

Lokasi : Kecamatan Tambusai
Kabupaten : Kampar

Benteng Tujuh Lapis sebagai peninggalan sejarah masa lampau terdapat di Dalu Dalu, Kecamatan Tambusai. Benteng ini dibuat untuk pertahanan melawan penjajahan oleh masyarakat di bawah pimpinan Tuanku Tambusai, dan khasnya Benteng Tujuh Lapis terbuat dari bambu.

Dengan nilai perjuangan yang melekat pada benteng ini, menjadikannya sebagai salah satu objek wisata budaya dan peninggalan sejarah perjuangan masyarakat Riau menentang penjajahan.

43. BEKAS TAMBANG EMAS LOGAS

Lokasi : Muara Lembu, Kecamatan Sengingi
Kabupaten : Indragiri Hulu

Logas dengan bekas rel kereta api dan lokomotif dengan keadaan rusak di hutan merupakan objek wisata yang telah mendapat kunjungan wisatawan mancanegara, terutama wisatawan dari Jepang dan Belanda dengan motivasi nostalgia. Disamping itu, Logas dikenal juga sebagai tempat kerja paksa dan pembuangan bagi tawanan-tawanan serdadu Jepang yang pernah menjajah Indonesia.

Tambang emas Logas pernah didirikan pada masa penjajahan Belanda, dan pada masa penjajahan Jepang perusahaan itu diambil alih oleh Jepang hingga Indonesia merdeka tahun 1945.

44. MESJID TUA PANGEAN

Lokasi : Kecamatan Kuantan Hilir
Kabupaten : Indragiri Hulu

Di Pangean terdapat sebuah mesjid tua yang memiliki nilai arsitektur yang tinggi dan termasuk sebagai peninggalan sejarah masyarakat setempat. Kubah-kubah yang bertingkat dan bangunannya memiliki nilai yang penuh makna.

45. KOMPL.EKS MAKAM SULTAN INDRAGIRI

Lokasi : Kecamatan Rengat
Kabupaten : Indragiri Hulu

Tempat yang merupakan kompleks makam keturunan sultan Indragiri ini terdapat di Kota Lama. Disamping itu, makam sultan Indragiri berada dalam kompleks Mesjid Raya Rengat dengan beberapa makam lainnya yang terawat dengan rapi dan baik.

46. RUMAH TINGGI KERAJAAN

Lokasi : Kecamatan Rengat
Kabupaten : Indragiri Hulu

Rumah Tinggi kerajaan ini merupakan salah satu peninggalan kerajaan Indragiri, terletak di Rengat, ibukota Kabupaten Indragiri Hulu. Memang saat ini keadaannya masih sederhana dan isinyapun yang merupakan koleksi peninggalan kerajaan belum terkumpul disana.

47. BATU UJUNG

Lokasi : Kecamatan Kuantan Tengah
Kabupaten : Indragiri Hulu

Batu Ujung meropakan objek wlsata budaya sebagai peninggalan sejarah yang terdapat di Kecamatan Kuantan Tengah.

48. MAKAM PUTRI TUJUH

Lokasi : Kecamatan Keritang
Kabupaten : Indragiri Hilir

Makam Putri Tujuh terletak di Kecamatan Keritang. Putri Tujuh menurut cerita masyarakat adalah sebuah makam yang di dalamnya terkubur 7 (tujuh) orang putri yang ditanam hidup-hidup karena telah memfitnah anak raja Keritang.

49. MAKAM KERAMAT

Lokasi : Kecamatan Gaung Anak Serka
Kabupaten : Indragiri Hilir

Di Kecamatan Gaung Anak Serka terdapat makam-makam keramat yang banyak dikunjungi masyarakat untuk berziarah membayar nazar, terutama menjelang atau pada hari-hari besar Islam. Makam-makam keramat itu, seperti makam Syekh Ibrahim Teluk Sungkah yang meninggal tahun 1858, makam Panglima Hitam dan makam Nik Gawang.

50. KOLAM RAJA

Lokasi : Kecamatan Kateman
Kabupaten : Indragiri Hilir

Kolam Raja sebagai peninggalan sejarah seperti danau alam yang dimanfaatkan penduduk setempat untuk sumber air minum. Kolam ini layak untuk dikembangkan sebagai tempat rekreasi dan pemandian karena juga memiliki pemandangan yang indah sehingga membuat betah sambil bersantai.

Kolam Raja terletak kurang lebih 1 kilometer dari Guntung, Kecamatan Kateman, Kabupaten Daerah Tingkat II Indragiri Hilir.

Pemutakhiran Terakhir : 08 Agustus 2003

Posted at 10:19 am by wahyuhandoko
Comments (6)  

Menelusuri Obyek Wisata di Kabupaten Siak Sri Indrapura

Menelusuri Obyek Wisata di Kabupaten Siak Sri Indrapura PDF Print E-mail
Minggu, 09 Oktober 2005

Kerajaan Siak Sri Indrapura merupakan sebuah kerajaan Melayu Islam yang terbesar di Riau. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada abad ke-16 sampai abad ke-20. Sejak awal berdirinya (1725) sudah 12 orang Sultan yang memerintah. Salah-satu peninggalan kerajaan ini yang masih berdiri dengan gagahnya adalah Istana Kerajaan.

Istana yang dibangun oleh Sultan Assyaidis Syarif Kasim Abdul Jalil Syaifuddin (1889-1908) ini bernama Assyiratul Hasyimiah. Kini, istana ini menjadi tempat penyimpanan benda-benda koleksi kerajaan, seperti kursi singgasana kerajaan yang bersepu emas, duplikat mahkota kerajaan, brankas kerajaan, payung kerajaan, tombak kerajaan, dan komet [gramofon besar] sebagai barang yang langka, yang konon hanya ada dua buah di dunia ini. Satu buah di sini, dan satu lagi terdapat di Jerman. Di samping itu, masih terdapat lagi benda-benda kuno lainnya. Di samping Istana Kerajaan ini, terdapat pula istana peraduan.

Mesjid

Mesjid peninggalan Kerajaan Siak Sri Indrapura yang masih kokoh sampai kini bernama Mesjid Syahbuddin. Mesjid ini didirikan oleh Sultan Assyaidis Syarif Kasim Abdul Jalil Syaifuddin bersamaan waktunya dengan Istana Kerajaan. Arsitektur mesjid ini agak unik, karena terjadinya perpaduan gaya Timur Tengah dengan Melayu. Mesjid ini terletak dipinggir Sungai Siak.

Balai Kerapatan

Balai Kerapatan Tinggi Kerajaan Siak ini dibangun dipinggir Sungai Siak bersamaan dengan pembangunan Istana Kerajaan pada masa Pemerintahan Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin, dalam tahun 1889. Bangunan ini dahulunya sering digunakan untuk tempat bermusyawarah, persidangan serta pengadilan.

Mengunjungi Istana Siak tentu tak terlewatkan pula mengunjungi Balai Kerapatan Tinggi Yang penuh sejarah ini, letaknya tak berjauhan dengan Mesjid Istana Hassirayatul Hasyimiah.

Makam Kerajaan

Kerajaan Siak Sri Indrapura yang diperintah oleh duabelas Sultan tentunya mempunyai banyak keluarga. Diantara Sultan dan Keluarganya yang meninggal dunia ada yang dimakamkan di Siak, seperti Marhum Sultan Syarif Hasyim di Kota Tinggi Merupakan komplek Pemakaman Raja-raja Siak dengan Kerabat Sultan serta keluarga kerajaan. Makam kota tinggi mempunyai ciri tersendiri dengan hiasan dan ukiran yang indah pada batu-batu nisannya. Sedangkan disebelah kanan Mesjid Kerajaan juga terdapat Makam Sultan Syarif Kasyim dan para keluarga sultan lainnya.

Mahkota

Mahkota Kerajaan Siak dibuat semasa Pemerintahan Sultan Siak X, Assyaidis Syarif Kasim Syaifuddin (Syarif Kasim I). Mahkota ini berbalut Emas dan bertaburkan Permata.

Kapal Api

Sebuah kapal api besi dengan bahan bakar batu bara dimiliki oleh Sultan Siak dan selalu dinaikinya pada saat berkunjung ke daerah-daerah kekuasaannya.

Kapal ini berukuran panjang 12 meter dengan berat 15 ton terletak di pinggir Sungai Siak, merupakan sosok monumen bersejarah yang dapat dikenali.

Pompa Angguk

Minas lebih terkenal dengan hasil buminya berupa Minyak Bumi yang menjadi standart terbaik Dunia yaitu Minyak Minas. Minas merupakan daerah Operasi PT. Caltex, dimana pengeboran minyak pertama untuk daerah Riau adalah di Minas dan Pompa Minyak pertama itu telah tidak beroperasi lagi karena minyak telah kering. Penetapan lokasi sumur minyak ini dilakukan pada bulan Maret 1941 dan Pengeboran sumur dimulai pada tanggal 10 Desember 1943 dan selesai pada 4 Desember 1944 dengan kedalaman sumur 800 meter, dengan menggunakan pompa bermerek LUFKIN. Pompa tersebut saat ini dijadikan monumen sejarah perminyakan di Riau, berdiri megah di Kota Minas dan terus mengangguk setiap saat.

Danau Zamrud

Danau Bawah dan Danau Besar terletak tak jauh dari lapangan minyak Zamrud. Danau-danau ini memiliki panorama alam yang memikat. Di sekitarnya ditumbuhi kayu-kayan yang masih asli. Kawasan hutan yang luasnya mencapai 2500 hektare ini merupakan kawasan satwa. Di dalamnya terdapat bermacam jenis flora dan fauna yang langka, seperti Pinang Merah, ikan dari jenis Arwana dan ikan Belida. Semua itu, merupakan kekayaan tersendiri, yang dijadikan objek wisata.

Hutan Wisata

Hutan ini memiliki areal seluas 1500 hektare. Ia terletak dalam kawasan hutan produksi terbatas di Kecamatan Minas, tepatnya pada kilo meter 20 jalan raya Pekanbaru- Minas. Di samping sebagai obyek wisata alam, hutan ini juga berfungsi sebagai tempat pelestarian flora, fauna dan penelitian ilmiah bagi lingkungan. Selain itu, hutan ini juga berfungsi sebagai paru-paru (penangkal kemungkinan timbulnya polusi akibat pertambangan minyak) bagi warga kota Pekanbaru dan sekitarnya. Selain di atas, hutan ini juga biasanya digunakan untuk Camping Ground, Hiking Rally dan lain sebagainya oleh para pengunjung.(afa)


Posted at 10:14 am by wahyuhandoko
Comment (1)  

Istana Siak, Kemegahan Melayu yang Tersembunyi

Istana Siak
Kemegahan Melayu yang Tersembunyi

MENELUSURI perjalanan sejarah bangsa Melayu di Pulau Sumatera, tidak akan pernah dapat dilepaskan dari keberadaan Kesultanan Siak di Kabupaten Siak yang berada sekitar 130 kilometer timur laut Pekanbaru, Provinsi Riau. Kesultanan Siak ini memang sudah berakhir sejak penyerahan kekuasaannya pada Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945, namun peninggalannya masih tetap dapat dinikmati hingga sekarang, yakni melalui kemegahan Istana Siak.

Kompleks Istana Siak merupakan simbol peninggalan raja-raja Melayu tua yang terdiri atas berbagai bangunan di beberapa penjuru Kota Siak Sri Inderapura, ibu kota Kabupaten Siak sekarang. Bagian utama dari kemegahan kompleks istana itu adalah Istana Siak sendiri, kemudian dilengkapi Balai Kerapatan Adat Siak dan Masjid Istana Syahabuddin.

Istana Siak yang dikenal juga sebagai Istana Asserayah Hasyimiah ini dibangun pada tahun 1889 oleh Sultan Siak ke-11, yakni Sultan Assayidis Syarif Hasim Abdul Jalil Syaifuddin.

Kini, setelah 115 tahun, kemegahan istana yang memiliki luas bangunan 450 meter persegi ini dapat dinikmati sebagai sebuah bangunan dengan gaya arsitektur gabungan Eropa, Arab, dan India.

Nama Asserayah Hasyimiah tetap melekat pada setiap penyebutan Istana Siak. Ini wujud keteguhan Sultan dalam memeluk agamanya. Nama itu diambil karena kedekatan Sultan Syarif Hasyim dengan Bani (keluarga) Hasyim di Arab Saudi yang merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW.

Di dalam istana tersimpan berbagai koleksi kerajaan yang merupakan sisa-sisa kejayaan Kerajaan Siak pada masa pemerintahan Sultan Syarif Qasim II atau Sultan Siak yang terakhir.

Di antaranya mahkota Kerajaan Siak yang dibuat semasa pemerintahan Sultan Siak X, Assayidis Syarif Qasim Syarifuddin. Mahkota tersebut merupakan duplikat dari mahkota yang saat ini disimpan di Museum Pusat Jakarta.

Selain mahkota, terdapat berbagai macam senjata khas kerajaan Melayu, seperti tombak, keris, dan beberapa meriam dalam berbagai ukuran.

Salah satu meriam itu mempunyai riwayat tersendiri, yakni sempat dicuri dari lingkungan istana dan baru kembali pada tahun 1960 dalam keadaan terpotong. Meriam itu ditemukan dalam sebuah kapal yang hendak berlayar ke Singapura, dan diketahui tenggelam di Selat Salak.

Dalam sebuah lemari kaca disimpan beberapa koleksi yang menampilkan berbagai peristiwa penting selama Kerajaan Siak berdiri. Salah satunya adalah maket menara pengeboran minyak pertama di Riau pada tahun 1930.

Maket berupa pompa angguk penyedot minyak tersebut merupakan cendera mata dari perusahaan minyak asal Belanda, NPPM, yang memperoleh izin penambangan minyak pertama di Riau dari Sultan Siak ke-12 atau Sultan Siak terakhir, yakni Sultan Syarif Qasim II.

BANGUNAN Istana memiliki dua lantai dan terbagi atas 13 ruangan. Di lantai dasar terdapat delapan ruangan, sementara sisanya berada di lantai dua. Di lantai dasar terdapat lima ruang tunggu tamu kehormatan atau dikenal dengan ruang kursi gading, ruang tamu laki-laki yang bergorden hijau lumut, serta ruang kursi kristal berkain beludru merah khusus untuk tamu perempuan.

Pada bagian kanan istana terdapat sebuah ruangan yang berfungsi sebagai ruang pesta. Di dalam ruang pesta inilah tersimpan sebuah "komet" atau sejenis gramofon yang dilengkapi dengan piringan musik terbuat dari lempengan baja.

Piringan baja yang berdiameter sekitar satu meter ini berisi rekaman musik klasik Jerman abad XVIII, seperti karya Beethoven, Mozart, dan Strauss. "Komet" yang diperkirakan hanya tinggal dua buah di dunia, yakni di Siak dan Jerman, ini diboyong oleh Sultan Siak ke-11 ketika dia pulang dari lawatannya ke Eropa pada tahun 1896.

"Jika pengunjung sedang banyak atau saat ada acara-acara besar tertentu, biasanya komet itu akan diputar beberapa lagu dari koleksi yang ada. Sementara pada hari-hari libur juga diputar, tetapi cuma dari kaset rekaman saja, bukan memutar piringan aslinya," tutur Muchtar, pemandu di Istana Siak.

Lebih dari itu, Istana Siak menyimpan sebuah koleksi yang menunjukkan bahwa Thomas Alfa Edison tidak sekadar penemu bola lampu, tetapi juga alat musik pemutar piringan hitam berukuran kecil.

Alat musik yang pada bagian dalamnya tertulis nama penciptanya, dan tahun pembuatan 1889 ini hampir tersembunyi di bagian istana sebelah kiri. "Itu memang buatan Thomas Alfa Edison. Tetapi sekarang sudah tidak bisa digunakan lagi," ujar Muchtar.

Di bagian belakang istana yang menjadi perpustakaan sultan tersimpan kertas-kertas tua berharga yang menyimpan catatan-catatan sejarah penting tentang pemerintahan, ekonomi, dan masa-masa akhir Kesultanan Siak.

Salah satu kertas bersejarah tinggi adalah secarik surat dari Mr TH Mohammad Hasan, mantan Gubernur Sumatera yang berkedudukan di Medan.

Surat pernyataan TH Mohammad Hasan tersebut mengungkapkan keputusan Sultan Siak ke-12, yakni Sultan Syarif Qasim II, untuk bergabung dengan Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno. Keputusan Sultan Syarif Qasim II tersebut menandai berakhirnya Kesultanan Siak sebagai sebuah negara yang berdiri sendiri sejak November 1945. (Orin Basuki)


Posted at 10:08 am by wahyuhandoko
Make a comment  

Next Page